Konsumen Indonesia Habiskan 12,4 Menit Sebelum Menentukan Pesanan Makanan

Konsumen Indonesia Habiskan 12,4 Menit Sebelum Menentukan Pesanan Makanan

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 Oktober 2026, Kebiasaan scrolling dalam durasi panjang tidak hanya terjadi ketika masyarakat Indonesia menjelajahi media sosial. Pola serupa juga terlihat saat konsumen mencari makanan melalui aplikasi pengantaran. Layar ponsel dapat menjadi ruang untuk menelusuri berbagai pilihan, membandingkan menu, melihat foto hidangan, membaca ulasan, serta memeriksa harga dan biaya pengiriman. Aktivitas tersebut membuat proses menentukan pesanan tidak selalu berlangsung singkat, meskipun konsumen pada awalnya hanya berniat mencari makanan untuk segera disantap.

Data yang menunjukkan rata-rata waktu 12,4 menit sebelum pesanan ditentukan menggambarkan adanya proses pertimbangan yang cukup panjang. Dalam rentang waktu itu, pengguna mungkin berpindah dari satu restoran ke restoran lain, menyaring pilihan berdasarkan lokasi, jenis masakan, promosi, rating, dan ketersediaan menu. Sebagian konsumen juga meninjau rincian hidangan atau menyesuaikan pesanan dengan anggaran serta preferensi pribadi. Banyaknya informasi yang tersedia dalam satu aplikasi memberikan keleluasaan, tetapi sekaligus dapat memperpanjang waktu pencarian.

Bacaan Lainnya

Perilaku tersebut menunjukkan bahwa aplikasi pengantaran makanan tidak sekadar berfungsi sebagai sarana transaksi. Platform ini telah menjadi katalog digital yang mendorong pengguna untuk mengeksplorasi pilihan sebelum membuat keputusan. Konsumen dapat terus menggulir karena selalu ada menu baru, rekomendasi yang dipersonalisasi, atau penawaran yang menarik perhatian. Akibatnya, keputusan pembelian sering kali terbentuk secara bertahap, bukan langsung berdasarkan kebutuhan awal. Durasi penelusuran ini juga memperlihatkan bahwa memilih makanan merupakan bagian penting dari pengalaman pengguna. Sebelum menekan tombol pemesanan, masyarakat mempertimbangkan kombinasi selera, harga, kenyamanan, dan keyakinan bahwa pilihan tersebut sesuai dengan harapan. Dengan demikian, waktu 12,4 menit menjadi gambaran tentang bagaimana kebiasaan digital memengaruhi keputusan konsumsi sehari-hari.

Laporan Grab Indonesia mengenai perilaku konsumen menunjukkan bahwa proses memilih makanan membutuhkan waktu yang cukup panjang sebelum pesanan ditetapkan. Konsumen tidak selalu langsung menentukan menu ketika membuka layanan pesan-antar makanan. Mereka biasanya terlebih dahulu mencari pilihan yang tersedia, meninjau berbagai alternatif, lalu mempertimbangkan makanan yang paling sesuai dengan keinginan pada saat itu.

Dalam laporan tersebut, rata-rata waktu yang dibutuhkan konsumen sejak mulai mencari makanan hingga menetapkan pilihan adalah 12,4 menit. Durasi ini menggambarkan keseluruhan proses pencarian sampai keputusan pembelian dibuat. Dengan demikian, angka 12,4 menit bukan sekadar waktu untuk melihat satu menu, melainkan rentang waktu yang mencakup tahapan ketika konsumen mulai mencari, membandingkan pilihan, dan akhirnya memutuskan makanan yang ingin dipesan.

Temuan ini memperlihatkan bahwa keputusan pembelian makanan melalui layanan digital melibatkan proses pertimbangan yang nyata. Konsumen memiliki kesempatan untuk melihat beragam pilihan sebelum memilih satu pesanan. Waktu yang dihabiskan tersebut dapat menunjukkan pentingnya informasi yang mudah dipahami dan pilihan yang tertata bagi pengguna, meskipun laporan ini secara khusus mencatat durasi pencarian hingga keputusan, bukan faktor-faktor lain di balik pilihan konsumen.

Angka tersebut juga memberikan gambaran mengenai kebiasaan konsumen Indonesia saat menggunakan layanan makanan berbasis aplikasi. Proses pemesanan berlangsung melalui beberapa tahap, mulai dari mencari makanan hingga menentukan pesanan akhir. Rata-rata 12,4 menit menjadi indikator bahwa konsumen memerlukan waktu sebelum mengubah keinginan makan menjadi keputusan pembelian. Temuan Grab Indonesia ini menegaskan bahwa perilaku konsumen dalam memesan makanan tidak selalu berlangsung secara spontan, karena terdapat jeda pencarian dan pertimbangan sebelum pesanan ditetapkan.

Dalam proses menentukan pesanan makanan, konsumen Indonesia tidak hanya melihat satu pilihan. Selama pencarian, mereka dapat menjelajahi sekitar enam merchant sekaligus sebelum menetapkan pesanan. Merchant yang dimaksud dapat dipahami sebagai berbagai penjual atau restoran yang tersedia dalam layanan pemesanan makanan. Setiap pilihan yang dibuka menjadi bagian dari rangkaian pencarian sebelum keputusan pembelian dibuat.

Jumlah tersebut menunjukkan bahwa proses pencarian mencakup perbandingan beberapa merchant dalam satu kesempatan. Konsumen dapat berpindah dari satu halaman merchant ke halaman lainnya untuk melihat pilihan yang tersedia, kemudian melanjutkan pencarian hingga menemukan pesanan yang akan dipilih. Dengan menjelajahi sekitar enam merchant, proses penentuan pesanan berlangsung melalui lebih dari satu tahap pencarian dan tidak langsung berakhir pada pilihan pertama yang dilihat.

Data ini berkaitan dengan durasi yang dibutuhkan konsumen sebelum melakukan pembelian. Konsumen Indonesia menghabiskan waktu rata-rata 12,4 menit sebelum menentukan pesanan makanan, sementara dalam rentang pencarian tersebut mereka dapat menjelajahi sekitar enam merchant. Artinya, waktu sebelum pembelian mencakup proses melihat sejumlah pilihan merchant, bukan hanya tindakan akhir ketika pesanan dikonfirmasi. Semakin banyak merchant yang masuk dalam rangkaian pencarian, semakin panjang pula rentang aktivitas yang tercatat sebelum keputusan pemesanan dilakukan. Hubungan yang terlihat dalam data tersebut adalah adanya pencarian terhadap beberapa merchant selama periode 12,4 menit sebelum pembelian. Angka enam merchant menggambarkan luasnya pilihan yang ditelusuri, sedangkan angka 12,4 menit menggambarkan durasi hingga konsumen menentukan pesanan. Keduanya memberikan gambaran mengenai proses pencarian dan pemilihan makanan di berbagai merchant yang tersedia.

Director of Commercial Grab Indonesia Roy Nugroho menegaskan bahwa angka 12,4 menit tidak semata-mata menggambarkan lamanya seseorang menunggu makanan diproses atau diantar. Angka tersebut merujuk pada keseluruhan proses yang berlangsung sebelum konsumen menetapkan pesanannya. Dalam keterangannya pada acara yang disebut dalam bahan sumber sebagai “acara f”, ia menjelaskan bahwa keputusan membeli didahului oleh aktivitas pencarian.

Menurut Roy, konsumen biasanya melakukan pencarian terlebih dahulu sebelum benar-benar melakukan pembelian. Mereka menggunakan waktu tersebut untuk menemukan makanan yang diinginkan, mempertimbangkan pilihan yang tersedia, dan kemudian menentukan pesanan. Dengan demikian, proses pemesanan tidak langsung dimulai ketika konsumen membuka layanan makanan, melainkan diawali tahap pencarian yang menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju transaksi.

Penjelasan itu sekaligus memperjelas cara membaca data mengenai kebiasaan konsumen Indonesia. Durasi 12,4 menit menunjukkan rentang waktu sejak konsumen mulai mencari makanan hingga akhirnya membeli atau mengirimkan pesanan. Roy menekankan bahwa angka tersebut menggambarkan keseluruhan perjalanan konsumen, bukan hanya jeda sesaat sebelum pembayaran. Data itu memperlihatkan adanya proses pertimbangan sebelum transaksi terjadi, sehingga pencarian menjadi tahap yang tidak terpisahkan dari keputusan pembelian. Pernyataan Roy memberikan konteks bahwa perilaku konsumen perlu dipahami secara utuh, dari saat mereka mulai mencari pilihan makanan sampai keputusan akhir untuk melakukan pembelian. Oleh karena itu, durasi tersebut merepresentasikan proses pencarian hingga pembelian secara menyeluruh.

Pos terkait