Kabupaten Pringsewu | Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan lima kendaraan terjadi di Jalan Raya Pekon Podosari, sekitar Jembatan Way Sekampung, Kabupaten Pringsewu, Lampung, pada Senin, 12 Oktober 2026. Insiden tersebut melibatkan sebuah truk Fuso bermuatan pasir dan empat kendaraan lain yang berada di depannya. Truk itu diduga mengalami rem blong saat melintas di jalan menurun, sehingga tidak mampu menjaga laju kendaraan dan menabrak kendaraan-kendaraan di depan secara beruntun.
Tabrakan beruntun itu menimbulkan dampak serius. Dua pelajar sekolah menengah pertama (SMP) meninggal dunia di lokasi kejadian akibat cedera yang dialami dalam kecelakaan tersebut. Selain itu, seorang remaja mengalami luka parah dan harus mendapatkan penanganan medis. Peristiwa ini juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah kendaraan yang terlibat serta sempat mengganggu arus lalu lintas di sekitar Jembatan Way Sekampung.
Kasat Lantas Polres Pringsewu Iptu Adi Wibowo membenarkan terjadinya kecelakaan tersebut. Ia menyampaikan bahwa petugas telah mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal, mengevakuasi korban, serta mengamankan kendaraan yang terlibat. Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk memastikan rangkaian peristiwa. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan, termasuk kondisi sistem pengereman truk Fuso sebelum menabrak empat kendaraan di depannya. Data mengenai identitas seluruh korban, kronologi lengkap, dan kerugian material masih dalam proses pendataan oleh pihak kepolisian.
Peristiwa kecelakaan tersebut bermula ketika truk Fuso bernomor polisi BE 8412 AUH melaju dari arah Kecamatan Sukoharjo menuju Kecamatan Pringsewu. Kendaraan berat itu diketahui membawa muatan pasir dan melewati ruas jalan yang memiliki kontur menurun di dekat Jembatan Way Sekampung. Jalur tersebut membuat kendaraan harus dikendalikan dengan cermat, terutama ketika membawa beban berat dan melaju menuju area yang lebih rendah.
Saat berada di jalan menurun, truk Fuso itu diduga mengalami kegagalan pada sistem pengereman atau rem blong. Dugaan tersebut menyebabkan pengemudi diduga tidak mampu mengurangi kecepatan maupun mengendalikan arah kendaraan secara optimal. Laju truk kemudian terus bergerak di jalan menurun, sementara kondisi pengereman diduga tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Dalam situasi itu, kendaraan berat tersebut diduga kehilangan kendali dan bergerak menghantam kendaraan yang berada di depannya. Benturan itu kemudian melibatkan empat kendaraan di sekitar lokasi kejadian. Rangkaian kecelakaan berlangsung ketika truk Fuso melaju dari arah Sukoharjo menuju Pringsewu dan melewati kawasan dekat Jembatan Way Sekampung.
Informasi mengenai penyebab kecelakaan masih bersifat awal. Kegagalan sistem pengereman atau rem blong disebut sebagai dugaan berdasarkan keterangan sumber, sehingga penyebab pastinya tetap memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Petugas perlu menelusuri kondisi teknis truk, situasi jalan, muatan pasir, serta keterangan pengemudi dan saksi untuk memastikan rangkaian kejadian tersebut. Hingga tahap pemeriksaan selesai, kecelakaan itu dapat dijelaskan sebagai insiden yang diduga dipicu hilangnya kendali truk saat melintasi jalan menurun.
Hilangnya kendali truk Fuso di ruas jalan menurun memicu rangkaian tabrakan yang melibatkan empat kendaraan lain. Setelah bergerak tanpa kendali penuh, truk tersebut menghantam dua mobil minibus yang berada di jalurnya, yakni Toyota Innova bernomor polisi BE 1810 UW dan Mitsubishi Pajero bernomor polisi BE 1459 UC. Benturan itu menunjukkan bahwa laju truk tidak lagi dapat dikendalikan ketika memasuki bagian jalan yang menurun.
Selain kedua minibus, sepeda motor Yamaha Mio dan Honda PCX bernomor polisi BE 2938 UAJ juga menjadi kendaraan yang ikut tertabrak. Keempat kendaraan tersebut berada dalam rangkaian peristiwa yang sama, sehingga dampak kecelakaan tidak hanya terjadi pada kendaraan yang pertama kali dihantam. Energi benturan dari truk Fuso kemudian menimbulkan kerusakan dan gangguan pada kendaraan lain di sekitar lokasi.
Yamaha Mio mengalami dampak paling dramatis dalam rangkaian tersebut. Sepeda motor itu membawa tiga pelajar ketika terkena benturan keras. Akibatnya, Yamaha Mio terseret hingga puluhan meter dari titik benturan. Jarak seretan tersebut menggambarkan kuatnya dorongan yang muncul ketika truk kehilangan kendali dan menghantam kendaraan di depannya atau di sekitarnya.
Urutan kejadian tersebut memperlihatkan hubungan langsung truk yang melaju di jalan menurun dan kerugian yang menimpa empat kendaraan. Toyota Innova, Mitsubishi Pajero, Yamaha Mio, serta Honda PCX sama-sama terdampak karena truk tidak mampu berhenti atau mengubah arah secara aman. Dengan demikian, kecelakaan itu berkembang menjadi tabrakan beruntun, bukan hanya benturan tunggal truk dan satu kendaraan.
Kecelakaan yang melibatkan truk Fuso dan empat kendaraan di Pringsewu tersebut mengakibatkan dua penumpang sepeda motor Yamaha Mio meninggal dunia. Kedua korban diketahui masih berstatus pelajar. Mereka adalah Maher Zain, berusia 13 tahun, warga Pekon Bandung Baru, serta Rayhan Bintang, berusia 14 tahun, yang berasal dari Kalirejo.
Maher Zain dan Rayhan Bintang mengalami luka berat akibat kecelakaan itu. Keduanya dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian. Informasi tersebut menunjukkan bahwa benturan dalam peristiwa itu menimbulkan dampak fatal bagi dua penumpang Yamaha Mio yang berada di lokasi saat kecelakaan terjadi.
Sementara itu, pengendara sepeda motor berinisial M Rayhan, yang juga berusia 14 tahun, mengalami luka parah. Setelah kejadian, M Rayhan bersama korban lainnya dibawa ke Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu untuk mendapatkan penanganan medis. Rumah sakit tersebut menjadi tempat penanganan bagi korban yang dibawa dari lokasi kecelakaan.
Dengan demikian, kecelakaan tersebut menimbulkan tiga korban dari sepeda motor Yamaha Mio, yakni dua korban meninggal dunia di tempat dan satu korban mengalami luka parah. Maher Zain serta Rayhan Bintang merupakan korban yang meninggal di lokasi, sedangkan M Rayhan dibawa ke Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu bersama korban lainnya untuk memperoleh perawatan. Rincian kondisi tersebut berdasarkan keterangan yang tersedia dan tidak mencakup perkembangan medis lanjutan di luar informasi tersebut.
Baca juga: Fenomena Residivis Pencurian Kendaraan Bermotor di Indonesia











