Indonesia Diproyeksikan Memimpin Pertumbuhan Orang Superkaya Dunia hingga 2031

Indonesia Diproyeksikan Memimpin Pertumbuhan Orang Superkaya Dunia hingga 2031

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Populasi individu dengan kekayaan bersih ultra-tinggi atau ultra-high-net-worth individuals (UHNWI) terus bertambah di berbagai belahan dunia. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa kelompok pemilik aset dalam jumlah sangat besar semakin berperan dalam lanskap ekonomi global. Berdasarkan definisi Knight Frank, UHNWI adalah individu yang memiliki kekayaan bersih lebih dari 30 juta dolar AS. Nilai tersebut mencakup aset yang dimiliki, seperti properti, investasi, kepemilikan bisnis, dan kekayaan finansial lainnya, setelah dikurangi kewajiban.

Dalam Wealth Sizing Model terbaru, yang telah direvisi dan diperluas untuk edisi ke-20, jumlah UHNWI diperkirakan mencapai 713.626 orang pada 2026. Angka ini meningkat tajam dibandingkan 551.435 orang pada 2021. Dengan demikian, terdapat tambahan 162.191 individu yang berhasil melewati ambang kekayaan tersebut hanya dalam kurun lima tahun. Rata-rata, peningkatan itu setara dengan sekitar 89 orang per hari yang masuk ke kelompok superkaya dunia.

Bacaan Lainnya

Perubahan tersebut tidak hanya mencerminkan bertambahnya jumlah orang kaya, tetapi juga menggambarkan pergeseran distribusi kekayaan dunia dalam beberapa tahun terakhir. Perkembangan pasar keuangan, kenaikan nilai aset, pertumbuhan sektor teknologi, serta ekspansi bisnis di sejumlah negara menjadi faktor yang dapat mendorong peningkatan kekayaan bersih. Meski jumlahnya tetap sangat kecil dibandingkan total populasi global, UHNWI memiliki pengaruh besar terhadap investasi, pasar properti, filantropi, dan arah perekonomian. Proyeksi Knight Frank ini sekaligus memberikan gambaran mengenai semakin luasnya konsentrasi kekayaan di tingkat global hingga memasuki dekade berikutnya.

Amerika Serikat menjadi negara yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan populasi individu dengan kekayaan bersih sangat tinggi atau ultra-high-net-worth individuals (UHNWI) di dunia. Dalam lima tahun terakhir, negara tersebut menyumbang 41 persen dari penambahan UHNWI global. Dominasi ini menunjukkan bahwa Amerika Serikat masih menjadi pusat utama penciptaan kekayaan, didukung oleh skala ekonomi yang besar, pasar modal yang berkembang, serta sektor teknologi dan bisnis yang terus melahirkan perusahaan bernilai tinggi.

Porsi Amerika Serikat terhadap total UHNWI dunia juga terus meningkat. Pada 2021, negara ini menyumbang sekitar 33 persen dari populasi UHNWI global. Angka tersebut naik menjadi 35 persen pada 2026 dan diproyeksikan mencapai 41 persen pada 2031. Kenaikan ini menegaskan semakin kuatnya posisi Amerika Serikat dalam membentuk arah perkembangan kelompok orang superkaya dunia dalam beberapa tahun mendatang.

China tetap menempati posisi kedua sebagai pusat penciptaan kekayaan terbesar. Namun, kontribusinya terhadap populasi UHNWI global cenderung menurun. Porsinya berkurang dari 18 persen pada 2021 menjadi 17 persen pada 2026, kemudian diperkirakan kembali turun menjadi 15 persen pada 2031. Perubahan tersebut tidak berarti jumlah orang kaya di China menyusut, melainkan mencerminkan pertumbuhan yang lebih cepat di negara dan kawasan lain.

India menunjukkan perkembangan yang semakin menonjol. Porsi negara itu terhadap populasi UHNWI global meningkat dari sedikit di atas 2 persen lima tahun sebelumnya menjadi 2,8 persen pada 2026. Jumlah UHNWI India diperkirakan bertambah dari 19.877 orang menjadi 25.217 orang pada 2031. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan ekspansi ekonomi, perkembangan sektor teknologi, dan meningkatnya aktivitas kewirausahaan.

Timur Tengah juga memperkuat pengaruhnya dalam peta kekayaan global. Porsi kawasan ini naik dari 2,4 persen menjadi 3,1 persen dalam lima tahun terakhir dan diproyeksikan bertahan pada level 3,1 persen hingga 2031. Pada tahun tersebut, jumlah UHNWI di Timur Tengah diperkirakan mencapai 28.956 orang, mencerminkan peran kawasan yang semakin penting dalam pertumbuhan populasi orang superkaya dunia.

Indonesia diproyeksikan menjadi negara dengan pertumbuhan populasi ultra-high-net-worth individuals (UHNWI) paling tinggi di dunia hingga 2031. Berdasarkan proyeksi tersebut, jumlah individu dengan kekayaan bersih sangat tinggi di Indonesia diperkirakan meningkat sebesar 82 persen dalam lima tahun ke depan. Angka ini menempatkan Indonesia di posisi pertama dalam daftar negara yang diperkirakan mengalami pertumbuhan populasi UHNWI tercepat.

Proyeksi ini terutama mencerminkan peluang yang muncul dari perkembangan ekonomi, perluasan sektor usaha, peningkatan investasi, serta bertambahnya aktivitas bisnis di dalam negeri. Namun, angka 82 persen tersebut perlu dipahami sebagai perkiraan pertumbuhan hingga 2031, bukan sebagai peningkatan yang telah terealisasi. Perubahan kondisi ekonomi global, kebijakan pemerintah, pasar keuangan, dan kinerja sektor-sektor strategis masih dapat memengaruhi hasil akhirnya.

Setelah Indonesia, Arab Saudi dan Polandia diproyeksikan mencatat pertumbuhan populasi UHNWI lebih dari 60 persen hingga periode yang sama. Arab Saudi memperoleh dukungan dari transformasi ekonomi dan investasi besar dalam berbagai sektor, sementara Polandia terus menunjukkan perkembangan ekonomi yang menjadikannya salah satu pasar penting di Eropa. Vietnam kemudian menyusul dengan proyeksi pertumbuhan hampir 60 persen, sejalan dengan ekspansi industri, perdagangan, dan investasi di negara tersebut.

Meski demikian, posisi Indonesia dalam pemeringkatan ini merujuk pada tingkat pertumbuhan populasi UHNWI yang diperkirakan terjadi, bukan jumlah absolut individu superkaya yang dimiliki. Dengan kata lain, Indonesia diprediksi mengalami penambahan proporsi terbesar dibandingkan negara lain, tetapi hal tersebut tidak serta-merta berarti Indonesia memiliki jumlah UHNWI terbanyak di dunia. Pembedaan laju pertumbuhan dan jumlah keseluruhan penting agar data tersebut tidak ditafsirkan secara berlebihan. Proyeksi hingga 2031 memberikan gambaran mengenai arah perubahan kekayaan global, khususnya peran negara berkembang dalam membentuk kelompok individu superkaya pada masa mendatang.

Selain Indonesia dan negara-negara lain yang telah disebutkan dalam proyeksi, Swedia, Rumania, dan Yunani juga tercatat sebagai negara Eropa yang diperkirakan mengalami pertumbuhan populasi individu dengan kekayaan bersih sangat tinggi atau ultra-high-net-worth individuals (UHNWI) hingga 2031. Penyebutan ketiga negara tersebut melengkapi gambaran mengenai wilayah yang diproyeksikan mencatat peningkatan jumlah orang superkaya dalam periode tersebut.

Sumber menyebutkan adanya daftar proyeksi pertumbuhan populasi UHNWI di 20 negara. Namun, informasi yang tersedia dalam bahan ini tidak memuat seluruh nama negara maupun angka pertumbuhannya. Karena itu, daftar tersebut tidak dapat digunakan untuk mencantumkan negara atau persentase tambahan di luar yang telah disebutkan. Pendekatan ini diperlukan agar uraian tetap sesuai dengan cakupan data yang tersedia dan tidak memberikan rincian yang tidak didukung oleh sumber.

Perlu diperhatikan pula bahwa perhitungan Knight Frank hanya mencakup negara yang memiliki lebih dari 500 UHNWI pada 2026. Batasan tersebut menjadi dasar penting dalam membaca hasil proyeksi, karena angka dan peringkat yang ditampilkan tidak dimaksudkan untuk mewakili seluruh negara di dunia tanpa pengecualian. Proyeksi ini menunjukkan arah pertumbuhan populasi superkaya berdasarkan model Knight Frank dalam rentang waktu yang dikaji. Data tersebut tidak dengan sendirinya menjelaskan penyebab pertumbuhan maupun dampaknya terhadap perekonomian, masyarakat, atau kebijakan di masing-masing negara.

Pos terkait