Jakarta | Pencari kerja muda memadati bursa kerja atau job fair yang digelar di Smesco, Jakarta, pada Kamis (22/10/2026). Sejak kegiatan berlangsung, antrean panjang terlihat di luar area acara, sementara kerumunan pengunjung berkumpul di stan-stan perusahaan. Suasana tersebut memperlihatkan besarnya minat para pelamar untuk mencari peluang kerja secara langsung. Mereka datang membawa berkas lamaran dan berusaha menyerahkannya kepada perusahaan yang membuka kesempatan kerja di lokasi. Di tengah ramainya pengunjung, para pelamar bergerak dari satu stan ke stan lain untuk menyampaikan dokumen dan berharap mendapat kesempatan melanjutkan proses rekrutmen.
Di aktivitas yang berlangsung, penyerahan berkas menjadi bagian penting bagi pengunjung yang ingin mengajukan diri. Para pencari kerja tampak mengantre dan menunggu giliran, kemudian mendatangi stan perusahaan untuk menyerahkan lamaran. Bagi sebagian pelamar, kehadiran di bursa kerja menjadi salah satu cara untuk mencari pekerjaan sekaligus menjangkau perusahaan secara langsung. Mereka berharap dokumen yang diberikan dapat membuka jalan menuju tahap seleksi berikutnya. Namun, ramainya suasana tidak serta-merta menghilangkan kekhawatiran yang dirasakan sejumlah pengunjung mengenai sulitnya memperoleh pekerjaan dan mendapatkan panggilan dari perusahaan.
Keluhan itu muncul di tengah upaya para pelamar untuk terus mencari kesempatan. Sejumlah pengunjung menyampaikan bahwa mendapatkan pekerjaan bukan perkara mudah, termasuk ketika mereka telah berusaha mengirimkan lamaran. Karena itu, job fair di Smesco menjadi ruang yang didatangi dengan harapan untuk menemukan peluang baru. Antrean di luar dan kerumunan di stan perusahaan menggambarkan tingginya antusiasme, sekaligus persaingan yang dirasakan pencari kerja. Para pelamar tetap menyerahkan berkas masing-masing, sembari menunggu kemungkinan mendapat kabar atau panggilan untuk proses selanjutnya. Peristiwa tersebut menyoroti pengalaman pencari kerja muda yang datang dengan harapan, tetapi masih menghadapi tantangan dalam memperoleh respons dan kesempatan kerja.
Fahmi, pemuda berusia 32 tahun, datang ke job fair di Smesco untuk mencari pekerjaan setelah terkena pemutusan hubungan kerja akibat efisiensi di perusahaan perhotelan tempatnya bekerja. Keputusan untuk menghadiri bursa kerja itu berkaitan dengan kebutuhannya memperoleh pekerjaan baru. Bagi Fahmi, job fair menjadi salah satu kesempatan untuk mencari peluang kerja setelah hubungan kerjanya berakhir.
Sebelum terkena efisiensi, Fahmi bekerja sebagai bartender di sebuah hotel. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari latar belakang pekerjaannya saat ini mencari kesempatan baru. Namun, kehilangan pekerjaan membuatnya harus kembali menjalani proses pencarian kerja, termasuk mencari informasi lowongan dan mengajukan lamaran kepada perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
Dalam lebih dari setahun terakhir, Fahmi telah mengirimkan lamaran melalui lowongan daring lebih dari 10 kali. Meski berulang kali mencoba, ia belum memperoleh panggilan wawancara. Pengalaman itu menunjukkan bahwa mengirim lamaran belum tentu segera menghasilkan kesempatan untuk bertemu langsung dengan pihak perusahaan. Fahmi pun masih berupaya mencari jalur lain untuk mendapatkan pekerjaan, salah satunya dengan datang ke job fair.
Keikutsertaannya di bursa kerja memberi Fahmi kesempatan untuk mencari informasi lowongan secara langsung dan menjajaki kemungkinan pekerjaan yang tersedia. Setelah cukup lama melamar melalui internet tanpa mendapat panggilan wawancara, ia berharap dapat menemukan peluang yang sesuai dengan kebutuhannya. Kehadirannya juga mencerminkan tantangan yang dihadapi pencari kerja ketika upaya mengirimkan lamaran berkali-kali belum berlanjut ke tahap wawancara.
Fahmi datang dengan pengalaman kerja sebagai bartender sekaligus pengalaman mencari kerja selama lebih dari setahun. Situasinya bermula dari efisiensi di perusahaan perhotelan, yang membuatnya kehilangan pekerjaan dan perlu mencari sumber penghasilan baru. Meski telah mengajukan lebih dari 10 lamaran daring, hingga kini ia belum menerima panggilan wawancara. Karena itu, job fair di Smesco menjadi salah satu upaya yang ditempuhnya untuk kembali memperoleh pekerjaan.
Bagi Zidan, mencari pekerjaan belakangan terasa semakin menantang karena persyaratan dalam lowongan kerap terasa berat, sementara jumlah pelamar yang bersaing juga banyak. Pengalaman itu ia rasakan saat berusaha memperoleh kesempatan kerja dan menghadiri job fair di Smesco. Ia melihat bahwa mengirim lamaran saja belum tentu segera menghasilkan panggilan, sehingga proses mencari pekerjaan membutuhkan kesabaran. Menurutnya, pencari kerja harus mencermati setiap ketentuan yang dicantumkan perusahaan, sebab beberapa syarat dapat menjadi penghalang sebelum mereka memperoleh kesempatan untuk menunjukkan kemampuan. Penilaian tersebut ia sampaikan berdasarkan pengalamannya sendiri, bukan sebagai gambaran yang mewakili seluruh pencari kerja atau semua perusahaan.
Zidan bekerja di bidang pelayanan, sehingga ia memahami bahwa penampilan dapat menjadi perhatian dalam pekerjaan yang berhadapan langsung dengan pelanggan. Namun, syarat “berpenampilan menarik” terasa memberatkan baginya ketika dicantumkan sebagai ketentuan lowongan. Menurut Zidan, persyaratan semacam itu membuat proses melamar terasa lebih sulit, karena pelamar perlu memenuhi ukuran yang belum tentu dijelaskan secara terperinci. Ia menyoroti hal tersebut sebagai bagian dari tantangan yang ditemui saat mencari pekerjaan di bidangnya. Meski demikian, ia tidak menyatakan bahwa seluruh lowongan pelayanan menerapkan ketentuan serupa. Pengamatannya terbatas pada persyaratan yang ia temukan dan pengalaman pribadi ketika menelusuri peluang kerja.
Selain soal penampilan, Zidan juga memperhatikan batas usia yang tertera pada sejumlah lowongan. Ia menyebut ada pekerjaan yang menetapkan syarat pelamar berusia di bawah 25 tahun, sedangkan usianya kini 29 tahun. Perbedaan itu membuatnya merasa kesempatan untuk melamar menjadi terbatas, meskipun ia memiliki pengalaman bekerja di bidang pelayanan. Batas usia tersebut menjadi salah satu hal yang ia pertimbangkan ketika mencari informasi pekerjaan dan menilai kecocokan dirinya dengan persyaratan perusahaan. Zidan mengaitkan ketentuan usia dan tuntutan penampilan dengan persaingan yang menurutnya semakin ketat. Pandangan itu tetap bertumpu pada apa yang ia temui selama mencari kerja: beberapa persyaratan terasa berat baginya, terutama karena pengalaman dan usianya tidak selalu sesuai dengan kriteria yang dicantumkan.
Baca juga: TNI Fair 2026, Stand Pusterad Dipadati Ribuan Pengunjung Hadirkan Edukasi dan Beragam Inovasi | Menghormati Jurnalis yang Hilang: Sebuah Panggilan untuk Keselamatan










