Jakarta | PT Dharma Polimetal Tbk. (DRMA), emiten manufaktur komponen otomotif milik T.P. Rachmat, mengumumkan perubahan kepemilikan saham perseroan. Perubahan tersebut terjadi setelah Noel Aelyo Laras Kusuma Negara, yang menjabat sebagai komisaris Dharma Polimetal, melakukan penjualan saham DRMA dengan jumlah keseluruhan 143.300 saham.
Informasi mengenai transaksi itu disampaikan perseroan melalui keterbukaan informasi. Berdasarkan pengumuman tersebut, saham dijual pada kisaran harga Rp930 hingga Rp940 per saham. Dengan demikian, transaksi mencakup pelepasan kepemilikan saham komisaris atas saham perseroan dalam jumlah yang telah dilaporkan kepada publik.
Penjualan 143.300 saham tersebut dilakukan untuk tujuan divestasi. Keterangan mengenai tujuan transaksi disampaikan dalam laporan perubahan kepemilikan saham, tanpa penjelasan tambahan mengenai alasan lain di balik aksi tersebut. Pengumuman ini menjadi bagian dari kewajiban penyampaian informasi kepada pemegang saham dan investor terkait perubahan kepemilikan oleh anggota manajemen atau organ perseroan.
DRMA dikenal sebagai perusahaan yang bergerak dalam industri komponen otomotif. Sebagai emiten yang sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, setiap perubahan kepemilikan saham oleh komisaris perlu dilaporkan melalui mekanisme keterbukaan informasi. Laporan transaksi Noel Aelyo Laras Kusuma Negara tersebut memberikan informasi mengenai jumlah saham yang dilepas, kisaran harga pelaksanaan, serta tujuan divestasi yang menjadi dasar transaksi.
Penjualan saham DRMA oleh Noel berlangsung dalam dua tanggal dan terbagi menjadi empat transaksi. Seluruh transaksi tersebut tercatat sebagai aksi atas kepemilikan langsung, sehingga pelepasan saham dilakukan dari kepemilikan saham yang secara langsung berada pada pihak terkait. Jika digabungkan, jumlah saham yang dilepas mencapai 143.300 saham, dengan harga transaksi berada dalam rentang Rp930 hingga Rp940 per saham.
Pada 2 Oktober, Noel melakukan dua transaksi penjualan. Transaksi pertama mencakup 10.000 saham DRMA dengan harga Rp940 per saham. Setelah itu, pada tanggal yang sama, ia menjual 33.300 saham dengan harga Rp935 per saham. Dengan demikian, total saham yang dilepas pada 2 Oktober mencapai 43.300 saham melalui dua transaksi terpisah. Urutan tersebut menunjukkan bahwa penjualan diawali dengan jumlah 10.000 saham pada harga tertinggi dalam rangkaian transaksi, kemudian dilanjutkan dengan penjualan 33.300 saham pada harga Rp935.
Aksi penjualan berlanjut pada 5 Oktober melalui dua transaksi berikutnya. Pada transaksi ketiga, Noel melepas 88.600 saham dengan harga Rp930 per saham. Selanjutnya, ia menjual 11.400 saham dengan harga Rp935 per saham. Total pelepasan pada 5 Oktober berjumlah 100.000 saham. Kedua transaksi pada tanggal tersebut tetap merupakan bagian dari kepemilikan langsung Noel.
Berdasarkan kronologi itu, keseluruhan aksi terdiri atas empat transaksi, yakni dua transaksi pada 2 Oktober dan dua transaksi pada 5 Oktober. Rinciannya tidak mengubah jumlah maupun harga yang tercantum: 10.000 saham pada Rp940, 33.300 saham pada Rp935, 88.600 saham pada Rp930, serta 11.400 saham pada Rp935 per saham. Akumulasi dari keempat transaksi tersebut adalah 143.300 saham.
Transaksi penjualan saham tersebut mengubah posisi kepemilikan Noel di Dharma Polimetal. Sebelum rangkaian divestasi dilakukan, Noel tercatat memiliki 84.525.000 saham perusahaan. Jumlah itu setara dengan 0,80% dari keseluruhan saham yang beredar. Data tersebut menjadi dasar perbandingan untuk melihat perubahan kepemilikan setelah empat transaksi penjualan yang dilakukan pada kisaran harga Rp930 hingga Rp940 per saham.
Setelah seluruh transaksi selesai, jumlah saham yang tercatat atas nama Noel berkurang sebanyak 143.300 unit. Dengan demikian, kepemilikannya menjadi 84.381.700 saham Dharma Polimetal. Berdasarkan jumlah tersebut, porsi kepemilikan Noel tercatat sebesar 0,79%. Perubahan ini menunjukkan adanya penurunan jumlah saham sebanyak 143.300 unit dan penyesuaian persentase kepemilikan dari 0,80% menjadi 0,79%.
Perubahan posisi tersebut hanya menggambarkan dampak administratif dan kuantitatif dari transaksi penjualan saham terhadap kepemilikan Noel. Sebelum divestasi, ia memiliki 84.525.000 saham atau 0,80% kepemilikan, sedangkan sesudah empat transaksi, kepemilikannya tercatat sebanyak 84.381.700 saham atau 0,79%. Informasi ini tidak dengan sendirinya menjelaskan alasan transaksi maupun menunjukkan pandangan tertentu terhadap kinerja dan prospek Dharma Polimetal. Posisi saham setelah transaksi tetap merujuk pada jumlah saham dan persentase kepemilikan yang dilaporkan dalam keterbukaan informasi perusahaan.
Sebagai informasi lanjutan mengenai PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), perseroan telah mengumumkan penyelesaian akuisisi 82% saham PT Mah Sing Indonesia dengan nilai transaksi sebesar Rp41 miliar. Informasi tersebut disampaikan melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia sebagai bagian dari penjelasan mengenai perkembangan kegiatan usaha perseroan.
Akuisisi tersebut ditujukan untuk mengembangkan sekaligus memperluas kegiatan usaha DRMA. Salah satu langkah yang ingin didukung melalui transaksi ini adalah penambahan portofolio produk komponen plastik untuk kendaraan roda empat. Dengan demikian, PT Mah Sing Indonesia menjadi bagian dari upaya perseroan untuk memperkuat cakupan produk komponen otomotif, khususnya pada kategori berbahan plastik yang digunakan dalam industri kendaraan.
Rencana akuisisi PT Mah Sing Indonesia sebelumnya telah disampaikan oleh perseroan. Namun, pada saat informasi awal tersebut diumumkan, nilai transaksi belum diungkapkan kepada publik. Pengumuman terbaru kemudian memuat nilai akuisisi sebesar Rp41 miliar serta kepemilikan yang diambil alih, yakni 82% saham PT Mah Sing Indonesia.
PT Mah Sing Indonesia merupakan anak perusahaan Mah Sing Group Berhad. Perusahaan tersebut merupakan kelompok usaha asal Malaysia yang memiliki kegiatan bisnis di beberapa sektor, meliputi properti, industri plastik, dan manufaktur. Latar belakang usaha ini menjadi bagian dari konteks transaksi yang dilakukan DRMA, terutama dalam kaitannya dengan rencana pengembangan portofolio produk komponen plastik untuk kendaraan roda empat.











