Kabupaten Sukabumi | Pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor yang menyasar sejumlah lokasi di Jakarta Barat bermula dari laporan polisi tertanggal 4 Agustus 2026. Laporan tersebut mencatat pencurian di area parkir Kost Emiyati Kurus, Jalan Raya Kembangan Utara, Jakarta Barat. Lokasi ini menjadi titik awal penyelidikan setelah kendaraan milik korban dilaporkan hilang. Dalam penanganan perkara, tim gabungan Satresmob Bareskrim Polri dan Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat mengembangkan informasi dari laporan itu serta menelusuri dugaan pencurian di beberapa tempat kejadian perkara lainnya. Penyidik mendalami keterkaitan antarperistiwa untuk mengetahui apakah aksi tersebut dilakukan oleh pelaku yang sama, sekaligus memetakan pola operasi yang digunakan dalam rangkaian pencurian.
Untuk memperoleh gambaran kejadian, penyidik menelusuri rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi dan memeriksa sejumlah saksi. Rekaman tersebut dianalisis bersama keterangan yang dikumpulkan selama penyelidikan. Langkah ini membantu petugas menyusun kronologi, mengidentifikasi pergerakan orang yang dicurigai, serta membandingkan ciri-ciri kejadian di lokasi berbeda. Dari hasil analisis, penyidik mengetahui bahwa pelaku utama diduga baru dua hari tinggal di indekos tersebut. Statusnya sebagai penghuni baru menjadi bagian penting dalam pengungkapan, karena keberadaannya di lingkungan kos dapat tampak wajar bagi penghuni lain. Polisi kemudian menelusuri informasi itu lebih lanjut untuk menguji hubungan pelaku, tempat tinggal sementara, dan dugaan tindak pencurian.
Hasil penyelidikan berlanjut pada pengamanan lima orang tersangka di beberapa lokasi, termasuk di wilayah Jawa Barat. Penindakan di sejumlah tempat tersebut menunjukkan bahwa pengembangan perkara tidak terbatas pada titik awal laporan di Kembangan. Tim gabungan mengumpulkan keterangan dan menelusuri dugaan keterlibatan para tersangka dalam rangkaian pencurian kendaraan bermotor. Modus berpura-pura menjadi penghuni indekos baru menjadi salah satu fokus penyidik dalam menjelaskan bagaimana pelaku dapat berada di sekitar kendaraan dan lingkungan sasaran tanpa segera menimbulkan kecurigaan. Dengan menghubungkan laporan, rekaman CCTV, pemeriksaan saksi, dan hasil penelusuran lokasi, petugas mengungkap dugaan jaringan yang beroperasi di beberapa tempat kejadian perkara. Pengembangan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan peran masing-masing tersangka serta keterkaitan mereka dengan setiap peristiwa yang dilaporkan.
NHK disebut berperan sebagai penentu sasaran sekaligus pemetik dalam rangkaian pencurian sepeda motor tersebut. Modusnya dimulai dengan berpura-pura mencari kamar kos dan menyatakan ingin menyewa tempat tinggal. Dengan cara itu, ia dapat masuk ke lingkungan kos tanpa segera menimbulkan kecurigaan. Ketika pemilik meminta kartu identitas sebagai bagian dari proses penyewaan, NHK beralasan bahwa KTP-nya tertinggal. Alasan itu membuat identitasnya tidak langsung diperiksa, sementara keberadaannya di tempat tersebut tampak seperti calon penghuni biasa.
Setelah berhasil tinggal di kos, NHK diduga menggunakan waktu selama dua hari untuk mengamati kondisi sekitar. Ia memperhatikan lingkungan dan kendaraan milik penghuni lain, termasuk sepeda motor yang dapat dijadikan sasaran. Masa tinggal singkat itu memberinya kesempatan untuk memahami situasi sebelum bertindak. Sesudah pengamatan tersebut, NHK kemudian memanggil rekan-rekannya untuk menjalankan pencurian. Motor penghuni diambil menggunakan kunci T, alat yang digunakan untuk merusak atau membuka mekanisme kunci kendaraan. Peran NHK dalam memilih sasaran dan mengatur waktu diduga membantu komplotan melancarkan aksi tanpa menarik perhatian terlalu cepat.
Menurut keterangan dalam sumber, sepeda motor hasil curian tidak langsung dibawa menuju tujuan akhir. Kendaraan itu sempat disembunyikan terlebih dahulu di area parkir Central Park. Setelah itu, seorang joki mengambil alih dan membawa motor melalui jalur Puncak menuju wilayah Jawa Barat. Kendaraan tersebut kemudian ditujukan untuk dijual kepada penadah. Rangkaian pemindahan ini menunjukkan adanya pembagian peran setelah pencurian: NHK mengamati dan menentukan sasaran, rekan-rekannya mengambil kendaraan, sementara joki mengangkutnya untuk diteruskan ke jaringan penjualan. Keterangan mengenai alur tersebut menggambarkan bahwa penyamaran sebagai penyewa kos diduga menjadi langkah awal untuk mengakses lokasi, sedangkan penyimpanan sementara dan pengiriman antardaerah dilakukan setelah motor berhasil dikuasai.
Operasi penindakan yang berlangsung pada 12–16 Oktober 2026 mengungkap sejumlah orang yang diduga terlibat dalam jaringan pencurian kendaraan bermotor di Jakarta dan Sukabumi. NHK ditangkap pada 14 Oktober sekitar pukul 04.00 WIB di Desa Sukamanah, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi. Saat penangkapan, petugas menyita satu set kunci letter T dan satu pucuk senjata airsoft gun. Barang-barang tersebut diamankan sebagai bagian dari penyidikan. Dalam pemeriksaan, NHK mengakui pernah mencuri sepeda motor di sejumlah wilayah, yakni Kembangan, Ciledug, Tangerang, serta Jakarta Selatan. Pengakuan itu kemudian menjadi salah satu petunjuk bagi petugas untuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain dan lokasi yang berkaitan dengan penampungan kendaraan hasil curian.
Pengembangan perkara membawa petugas ke Kampung Pasir Kupa, Desa Cibitung, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi. Di lokasi tersebut, polisi menangkap SML yang diduga berperan sebagai penadah, DK yang disebut bertugas sebagai joki transaksi, serta ADR yang diduga menjadi pemilik rumah penampungan. Petugas juga menemukan dan menyita enam sepeda motor tanpa dokumen sah. Kendaraan-kendaraan itu diamankan untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk penelusuran asal-usul dan kepemilikannya. Penangkapan para terduga tersebut memperluas penanganan kasus dari dugaan pencurian menjadi penyelidikan terhadap alur penjualan dan penyimpanan motor. Peran masing-masing orang masih menjadi bagian dari proses hukum, sementara barang bukti diperiksa untuk mendukung pengungkapan perkara.
Penindakan berlanjut pada 16 Oktober 2026. Sekitar pukul 05.30 WIB, SLH alias Ucok ditangkap di kawasan Cakung, Jakarta Timur. Ia diduga turut serta melakukan pencurian kendaraan bermotor. Dengan penangkapan SLH, jumlah orang yang diamankan dalam rangkaian operasi tersebut menjadi lima, yaitu NHK, SML, DK, ADR, dan SLH. Meski demikian, penyidik masih memburu BDM, yang telah dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang. Pengejaran terhadap BDM merupakan bagian dari upaya melengkapi penyidikan dan mengungkap keseluruhan keterlibatan pihak-pihak yang diduga terkait. Polisi juga terus mendalami keterangan para tersangka serta bukti yang disita di sejumlah lokasi, guna memastikan rangkaian tindak pidana dan peran setiap orang secara lebih menyeluruh.
Dalam pengungkapan jaringan pencurian kendaraan bermotor tersebut, petugas menyita delapan sepeda motor yang diduga berkaitan dengan perkara. Kendaraan yang disebut sebagai barang bukti meliputi Honda Vario, Yamaha Mio M3, Yamaha X Street, Suzuki Satria FU, Honda Mega Pro, Honda CBR LED, dan Honda Beat Street. Selain kendaraan, turut diamankan satu set kunci T yang diduga digunakan dalam aksi pencurian. Petugas juga menemukan satu pucuk senjata airsoft gun serta dua set pelat nomor palsu. Seluruh barang tersebut dicatat sebagai barang bukti dalam pengungkapan kasus.
Barang bukti lain yang disita terdiri atas lima unit ponsel, rekaman kamera pengawas atau CCTV, dan uang tunai sebesar Rp9,8 juta. Keberadaan rekaman CCTV menjadi bagian dari barang yang diserahkan untuk penanganan perkara, sementara uang tunai dan perangkat komunikasi turut diamankan bersama barang lainnya. Daftar tersebut mencakup kendaraan, alat yang diduga digunakan, benda yang berkaitan dengan identitas kendaraan, serta barang-barang lain yang ditemukan dalam proses pengungkapan. Para tersangka juga dibawa bersama barang bukti ke komando untuk menjalani penanganan awal sesuai prosedur.
Setelah dibawa ke komando, para tersangka dan barang bukti selanjutnya dilimpahkan kepada penyidik Polres Metro Jakarta Barat.
Baca juga: Penggerebekan Pengedar Ganja di Duren Sawit: Modus Baru dengan Jasa Kurir | Pengungkapan Modus Baru Peredaran Narkoba di Jakarta | Bongkar Jaringan Peredaran Ganja di Duren Sawit










