Paus Leo XIV Pulang ke Vatikan Empat Hari Setelah Operasi Kanker Paru

Paus Leo XIV Pulang ke Vatikan Empat Hari Setelah Operasi Kanker Paru

Kota Oleshky | Paus Leo XIV meninggalkan Rumah Sakit Gemelli di Roma dan kembali ke Vatikan pada Sabtu, 17 Oktober 2026, empat hari setelah menjalani operasi untuk mengangkat kanker di paru-paru kanan. Tim dokter menilai kondisinya cukup baik sehingga ia dapat meneruskan pemulihan di luar rumah sakit. Kepulangannya menandai perubahan penting dalam perawatan, meski ia masih perlu menjalani masa pemulihan setelah prosedur tersebut. Keputusan itu diambil berdasarkan penilaian medis terhadap keadaan Paus, bukan berarti seluruh proses pemulihannya telah selesai.

Sejumlah simpatisan berkumpul untuk menyambutnya di rumah sakit. Mereka bersorak dan bertepuk tangan ketika Paus tampak berjalan melewati lobi. Leo terlihat tersenyum, berjabat tangan dengan orang-orang yang hadir, lalu melambaikan tangan kepada mereka. Suasana sambutan tersebut berlangsung saat ia meninggalkan fasilitas medis, setelah beberapa hari dirawat menyusul operasi. Kehadirannya di hadapan para simpatisan memberi mereka kesempatan untuk melihat langsung bahwa ia telah meninggalkan rumah sakit, sekaligus menyampaikan dukungan dan doa bagi pemulihannya.

Bacaan Lainnya

Sebelum berangkat, Leo berbicara dengan para dokter yang merawatnya serta sejumlah pejabat rumah sakit. Ia juga menemui seorang anak perempuan asal Ukraina yang selamat dari kanker dan datang untuk mendoakannya. Pertemuan itu berlangsung menjelang kepulangannya, setelah ia menjalani perawatan di Gemelli. Usai berpamitan dan menyapa orang-orang di lobi, Paus meninggalkan rumah sakit menggunakan sebuah SUV hitam. Kendaraan tersebut membawanya menuju Vatikan, tempat ia akan melanjutkan pemulihan di luar rumah sakit. SUV itu kemudian memasuki Vatikan melalui pintu samping, mengakhiri kepulangannya dari Gemelli pada hari tersebut.

Paus Leo XIV dirawat di Rumah Sakit Gemelli sejak Selasa, 13 Oktober 2026, setelah tim medis menemukan tumor di paru-paru kanannya. Dokter kemudian melakukan operasi untuk mengangkat bagian bawah paru-paru tersebut, dengan tujuan mengeluarkan kanker. Informasi mengenai jenis maupun tingkat kanker belum disampaikan, sehingga belum ada dasar untuk menarik kesimpulan lebih jauh tentang kondisi itu.

Menurut dokter bedah Stefano Margaritora, temuan tersebut bermula dari pemeriksaan sinar-X rutin pada bagian perut. Pemeriksaan itu memperlihatkan sebuah titik kecil di dasar paru-paru kanan Leo. Titik tersebut tidak dicari melalui pemeriksaan khusus untuk kanker paru, tetapi terlihat secara tidak sengaja ketika dokter melakukan pemindaian rutin. Temuan itu kemudian ditindaklanjuti oleh tim medis.

Margaritora menyebut prosedur pengangkatan bagian paru-paru itu sebagai operasi rutin. Meski demikian, prosedur tetap dijalankan untuk menangani tumor yang telah ditemukan dan mengangkat jaringan yang terkena. Penjelasan tersebut memberikan gambaran mengenai tindakan medis yang dilakukan, tanpa mengungkap rincian tambahan tentang hasil pemeriksaan jaringan atau karakter tumor.

Dokter bedah itu juga mengapresiasi kesungguhan Leo dalam menjalani masa pemulihan setelah operasi. Menurut Margaritora, kondisi klinis paus saat ini sangat memuaskan. Penilaian tersebut mengacu pada keadaan Leo dalam perawatan, tetapi tidak berarti seluruh proses pemulihan telah selesai. Tim medis masih memantau perkembangannya dan menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.

Margaritora memperkirakan Leo memerlukan sekitar 10 hari lagi untuk mencapai pemulihan penuh. Perkiraan itu memberi gambaran tentang waktu yang dibutuhkan setelah operasi, sementara perkembangan aktual tetap bergantung pada kondisi pasien dan penilaian dokter. Hasil pemeriksaan lanjutan juga masih dinantikan untuk membantu tim medis menentukan langkah berikutnya. Sampai hasil tersebut tersedia, belum ada keterangan mengenai rencana penanganan tambahan. Dengan demikian, informasi yang telah disampaikan berfokus pada temuan tak sengaja dalam pemeriksaan rutin, tindakan operasi, keadaan klinis yang dinilai memuaskan, dan proses pemantauan yang masih berlangsung. Rincian lain mengenai diagnosis tidak dapat dipastikan dari keterangan yang tersedia.Kepulangan Paus Leo XIV ke Vatikan mengakhiri beberapa hari ketidakpastian yang memicu kekhawatiran, baik di lingkungan Gereja Katolik maupun di kalangan umat di berbagai negara. Kondisi kesehatan pemimpin Gereja tersebut menjadi perhatian luas setelah ia menjalani operasi kanker paru. Gereja Katolik diperkirakan memiliki sekitar 1,4 miliar umat di seluruh dunia, sehingga perkembangan mengenai pemulihannya dipantau oleh banyak orang. Kembalinya Leo ke Vatikan memberi tanda bahwa masa perawatan intensifnya telah berakhir, meskipun pemulihan tetap perlu berjalan dengan hati-hati.

Di tengah proses pemulihan, sejumlah kegiatan menunjukkan bahwa Leo mulai kembali menjalankan tugas kepausan. Pada Sabtu siang, ia merayakan misa di sebuah ruangan di lantai 10 rumah sakit tempatnya dirawat. Pelaksanaan misa tersebut menjadi salah satu tanda bahwa ia tetap menjaga kegiatan rohani dan tanggung jawabnya, sekalipun masih berada dalam pengawasan medis. Aktivitas itu juga memberi gambaran bahwa pemulihan tidak sepenuhnya memisahkannya dari pekerjaan sebagai pemimpin Gereja.

Sehari sebelumnya, Jumat, 16 Oktober 2026, Leo menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin. Dalam percakapan tersebut, ia mendesak diberlakukannya gencatan senjata di Oleshky, Ukraina, wilayah yang berada di bawah pendudukan Rusia. Langkah itu memperlihatkan bahwa perhatian paus tidak hanya tertuju pada pemulihannya, tetapi juga pada konflik dan upaya meredakan kekerasan. Seruan untuk menghentikan pertempuran menjadi bagian dari keterlibatan diplomatik Vatikan dalam mendorong perlindungan warga sipil dan membuka ruang bagi perdamaian.

Vatikan juga menyampaikan rencana agar Leo memimpin doa Angelus pada Minggu, 18 Oktober 2026. Ia dijadwalkan menyampaikan doa dari jendela Istana Apostolik yang menghadap Lapangan Santo Petrus, mengikuti kebiasaan yang telah dikenal umat. Agenda tersebut menandai kemungkinan kembalinya paus ke salah satu kegiatan publiknya setelah dirawat di rumah sakit. Namun, pelaksanaannya tetap bergantung pada kondisi kesehatan dan arahan medis. Bagi umat yang menantikan kabar pemimpin mereka, rencana itu memberi kesempatan untuk menyaksikan langsung tanda-tanda pemulihan Leo dan melanjutkan kembali rutinitas kepausannya.

Rencana perjalanan apostolik Paus Leo XIV ke Uruguay, Argentina, dan Peru pada 6–17 November 2026 masih menjadi perhatian setelah ia menjalani operasi kanker paru. Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung beberapa bulan setelah operasi, sehingga kondisi pemulihan paus akan menjadi pertimbangan penting sebelum perjalanan jauh dapat dipastikan. Kunjungan ke tiga negara Amerika Selatan itu memiliki arti pastoral dan diplomatik, sekaligus membawa perhatian pada kemampuan Leo untuk kembali menjalankan rangkaian kegiatan publik yang padat.

Peru memiliki makna khusus bagi Leo. Sebelum terpilih sebagai paus, ia menghabiskan sekitar dua dekade di negara tersebut sebagai misionaris, sehingga kunjungan itu berpotensi menjadi kepulangan ke tempat yang berperan besar dalam perjalanan hidup dan pelayanannya. Rencana untuk singgah di Uruguay dan Argentina juga menjadi bagian penting dari agenda kawasan. Namun, nilai pribadi maupun pastoral dari perjalanan tersebut tidak dengan sendirinya menentukan apakah jadwal November dapat dipertahankan.

Dokter Margaritora menilai sejauh ini belum ada alasan medis yang mengharuskan perjalanan itu dibatalkan. Ia juga memperkirakan Leo dapat pulih sepenuhnya dalam sekitar 10 hari. Penilaian tersebut memberi gambaran tentang harapan pemulihan, tetapi tidak dapat diperlakukan sebagai kepastian mengenai kebugaran paus untuk mengikuti seluruh agenda di luar negeri. Perjalanan lintas negara biasanya melibatkan penerbangan panjang, pertemuan, dan kegiatan berulang, sehingga kondisi aktual Leo tetap perlu dinilai secara menyeluruh.

Keputusan akhir mengenai perjalanan apostolik itu masih bergantung pada perkembangan kesehatan Leo dan hasil pemeriksaan medis lanjutan. Tim medis dan pihak Vatikan perlu mempertimbangkan pemulihan setelah operasi, daya tahan untuk menjalani agenda, serta kemungkinan penyesuaian jadwal.

Baca juga: Operasi Penertiban PMKS di Masjid Istiqlal | Operasi Tangkap Tangan KPK Tangkap Politikus Golkar | Penangkapan Politikus Golkar Fahd A Rafiq dalam Operasi KPK

Pos terkait