JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 19 September 2026, Dalam suatu acara yang menjadi sorotan publik, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya perekonomian yang berlandaskan asas kekeluargaan. Ia mengungkapkan pandangannya bahwa seluruh kebijakan ekonomi di Indonesia harus merefleksikan semangat kekeluargaan, yang menjadi nilai-nilai dasar dalam kehidupan masyarakat. Pernyataan Prabowo ini disampaikan pada saat peringatan ulang tahun ke-28 Partai Amanat Nasional, menunjukkan komitmen beliau terhadap prinsip-prinsip yang bersifat inklusif dan berpihak pada rakyat.
Menurut Prabowo, pengertian perekonomian berdasarkan asas kekeluargaan tidak hanya mencakup aspek ekonomi semata, tetapi juga kaitannya dengan aspek sosial dan budaya. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 yang menekankan bahwa perekonomian negara harus dikelola demi kepentingan dan kesejahteraan rakyat. Dalam pandangannya, perekonomian tidak boleh hanya dilihat dalam konteks keuntungan materi semata, tetapi juga harus mempertimbangkan keadilan dan keberlanjutan bagi seluruh warga negara.
Selain itu, Prabowo juga mendorong agar kolaborasi antar pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dapat terjalin dengan baik untuk mencapai tujuan tersebut. Dengan menjalin hubungan yang harmonis dan saling mendukung, diharapkan pertumbuhan ekonomi akan lebih merata dan bermanfaat bagi semua lapisan masyarakat. Hal ini penting, agar kita tidak hanya membangun ekonomi yang kuat, tetapi juga menjaga hubungan kekeluargaan antar sesama. Oleh karena itu, Prabowo percaya bahwa penerapan asas kekeluargaan dalam perekonomian merupakan langkah strategis untuk menciptakan Indonesia yang lebih baik.
Prabowo Subianto, sebagai pemimpin yang berkomitmen terhadap perekonomian berbasis asas kekeluargaan, menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Dalam pandangannya, SDA yang melimpah harus dikelola dengan bijak dan bertanggung jawab untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Salah satu inti dari perekonomian yang adil dan berkelanjutan adalah memastikan bahwa hasil dari pengelolaan kekayaan alam dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat, bukan hanya oleh segelintir orang yang memiliki akses dan kekuasaan.
Prabowo menyerukan agar setiap proses dan keputusan dalam pengelolaan kekayaan alam dilakukan dengan transparansi dan akuntabilitas. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan dan penguasaan sumber daya oleh pihak-pihak tertentu yang mengabaikan kepentingan publik. Komitmennya adalah untuk mendorong pembentukan kebijakan yang berpihak kepada rakyat, di mana keuntungan dari sumber daya alam digunakan untuk program-program pembangunan yang bermanfaat langsung bagi masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
Salah satu langkah penting yang diusulkan adalah revitalisasi kebijakan pengelolaan industri ekstraktif, seperti pertambangan dan perkebunan, dengan memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan. Prabowo percaya bahwa pelestarian lingkungan hidup harus menjadi bagian integral dari setiap upaya eksploitasi sumber daya alam. Dengan pendekatan ini, diharapkan dapat tercipta keseimbangan pemanfaatan dan perlindungan alam, serta mewujudkan kesejahteraan bersama yang berkelanjutan dalam jangka panjang.
Dalam sambutannya, Prabowo Subianto mengemukakan pandangan kritis terhadap paham ekonomi neoliberal yang sering dikaitkan dengan pengelolaan sumber daya yang tidak adil. Menurutnya, pendekatan ini terbukti lebih memberikan manfaat kepada sekelompok orang saja, sementara mayoritas lainnya cenderung terpinggirkan. Ekonomi neoliberal, dalam konteks ini, dianggap hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu yang memiliki kekuasaan ekonomi, sehingga menciptakan disparitas yang semakin lebar dalam masyarakat.
Prabowo menekankan bahwa kekayaan nasional seharusnya tidak dimiliki oleh segelintir individu. Sebaliknya, potensi ekonomi suatu negara harus dijadikan sebagai instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Pemanfaatan kekayaan yang terpusat pada kelompok elit akan memperburuk kondisi sosial dan menyebabkan terjadinya ketidakadilan ekonomi yang lebih dalam. Dalam hal ini, penting untuk menggeser paradigma dari pemikiran yang mengutamakan keuntungan individu menuju yang lebih kolektif.
Dia mengajak semua pihak untuk melakukan refleksi dalam upaya memahami bahwa ekonomi bukan hanya sekadar angka dan statistik, melainkan juga sebuah instrumen untuk menciptakan keadilan sosial. Melalui kritik tersebut, Prabowo berharap dapat mendorong perubahan kebijakan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan semangat ekonomi berbasis asas kekeluargaan yang bertujuan untuk mengintegrasikan kepentingan ekonomi dengan kesejahteraan sosial masyarakat, serta mengurangi kesenjangan yang ada.
Dengan pendekatan yang lebih partisipatif dan berorientasi pada masyarakat, diharapkan tercipta sistem ekonomi yang tidak hanya mementingkan keuntungan finansial tetapi juga memperhatikan aspek sosial yang menyeluruh. Pemimpin dan pengambil kebijakan harus memahami tanggung jawab mereka dalam menciptakan lingkungan ekonomi yang adil untuk semua lapisan masyarakat.
Dalam pandangan Prabowo Subianto, perekonomian harus dibangun berdasarkan asas kekeluargaan yang memprioritaskan distribusi kekayaan yang adil dan merata. Ia berpendapat bahwa sistem ekonomi yang ada saat ini cenderung menguntungkan segelintir orang kaya, sementara kelompok masyarakat lainnya mengalami kesulitan dalam meningkatkan kualitas hidup mereka. Oleh karena itu, penting untuk mengadopsi pendekatan yang lebih inklusif, yang memungkinkan semua lapisan masyarakat terlibat dan mendapatkan manfaat dari pertumbuhan ekonomi.
Prabowo mengkritisi fenomena di mana orang kaya semakin kaya, sementara kelompok di bawahnya hanya dapat berharap pada aliran manfaat yang tidak pasti. Dalam sebuah perekonomian yang ideal, semua individu, terlepas dari status sosial dan ekonomi mereka, seharusnya memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan taraf hidup. Tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga memberikan akses yang memadai kepada pendidikan, kesehatan, dan sumber daya lainnya yang mendukung kesejahteraan masyarakat.
Salah satu langkah penting yang diusulkannya adalah dengan membangun sistem yang lebih transparan dan akuntabel, di mana kebijakan ekonomi dan distribusi sumber daya benar-benar memperhatikan kebutuhan masyarakat luas. Ini termasuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembuatan kebijakan yang berdampak pada perekonomian lokal. Dengan begitu, setiap orang dapat berperan aktif dan merasakan dampak positif dari kebijakan tersebut, sehingga menciptakan kesejahteraan yang lebih merata.
Prabowo percaya bahwa dengan mengubah paradigma perekonomian yang ada menjadi lebih berfokus pada kebersamaan dan saling mendukung, akan terbuka peluang yang lebih besar bagi setiap orang untuk maju. Dalam visi ini, keadilan sosial bukan hanya sekadar konsep, tetapi menjadi kenyataan yang dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, menciptakan harmoni dan stabilitas sosioekonomi yang lebih baik.










