Polisi Telusuri Pembobolan Koci Padhel House, CCTV Jadi Petunjuk

Polisi Telusuri Pembobolan Koci Padhel House, CCTV Jadi Petunjuk

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Polisi sedang menyelidiki dugaan pembobolan yang terjadi di Koci Padhel House, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Peristiwa tersebut menjadi perhatian penyidik karena berkaitan dengan dugaan pencurian di sebuah lokasi yang berada di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Hingga tahap ini, proses penanganan masih berfokus pada pengumpulan informasi dan pemeriksaan sejumlah petunjuk yang dapat membantu menjelaskan rangkaian kejadian.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di sekitar lokasi. Rekaman tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai situasi sebelum, saat, dan setelah dugaan pembobolan berlangsung. Penyidik perlu mengecek serta menganalisis setiap bagian rekaman secara cermat agar informasi yang diperoleh dapat digunakan untuk mendukung proses penyelidikan secara objektif.

Bacaan Lainnya

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan keterangan tersebut pada Jumat, 9 Oktober 2026. Ia mengatakan bahwa rekaman CCTV akan dicek dan dianalisis sebagai petunjuk dalam penanganan perkara. Pemeriksaan itu menjadi bagian dari upaya polisi mengumpulkan fakta terkait dugaan pencurian di Koci Padhel House.

Penggunaan rekaman kamera pengawas dapat membantu penyidik mencocokkan waktu kejadian dengan keterangan yang dihimpun dari lokasi maupun pihak terkait. Namun, materi tersebut masih harus diteliti dan dikaitkan dengan bukti lain sebelum menghasilkan temuan yang lebih jelas. Polisi belum menyampaikan identitas pihak yang diduga terlibat ataupun motif di balik peristiwa tersebut. Karena itu, perkembangan penyelidikan masih menunggu hasil pemeriksaan CCTV dan langkah-langkah penanganan berikutnya dari aparat.

Lokasi yang menjadi sasaran pembobolan diketahui merupakan lapangan milik Justinus Lhaksana, yang dikenal sebagai Coach Justin. Tempat tersebut disebut berkaitan dengan Koci Padhel House dan kini menjadi bagian dari penelusuran polisi setelah adanya laporan mengenai sejumlah barang yang tidak lagi berada di lokasi.

Berdasarkan keterangan sumber, beberapa barang diduga diambil pelaku dalam kejadian tersebut. Barang yang dilaporkan hilang lain satu laptop, beberapa telepon seluler, dan dua tablet. Polisi juga menyebut adanya mikrofon TWS yang turut diduga raib setelah pembobolan. Selain perangkat elektronik dan perlengkapan pendukung, sebuah topi serta helm juga termasuk barang yang dilaporkan tidak ditemukan.

Daftar tersebut masih merujuk pada keterangan awal mengenai barang-barang yang berada di lokasi sebelum kejadian. Karena itu, penyebutan barang-barang tersebut menggunakan istilah diduga diambil pelaku, sesuai informasi yang disampaikan sumber. Polisi masih melakukan penelusuran untuk memastikan rangkaian peristiwa, termasuk mencocokkan keterangan pemilik atau pihak yang berada di lokasi dengan temuan dalam pemeriksaan.

Hilangnya sejumlah barang itu menjadi salah satu bagian penting dalam penyelidikan pembobolan di lapangan milik Coach Justin. Selain mendata barang yang tidak ditemukan, petugas juga perlu memastikan kondisi lokasi setelah kejadian serta mencari petunjuk yang dapat mengarah kepada pelaku. Informasi mengenai laptop, telepon seluler, tablet, mikrofon TWS, topi, dan helm menjadi dasar pendataan awal atas barang-barang yang diduga dibawa dari tempat tersebut.

Dengan demikian, barang yang dilaporkan hilang tidak hanya berupa perangkat elektronik, tetapi juga perlengkapan pribadi. Seluruh keterangan tersebut masih menjadi bagian dari proses penyelidikan dan dapat diperiksa kembali berdasarkan hasil penelusuran polisi serta informasi tambahan dari pihak terkait.

Video dari kamera pengawas yang sebelumnya beredar di media sosial menjadi salah satu informasi yang mendapat perhatian dalam penelusuran kasus pembobolan di Koci Padhel House. Rekaman tersebut disebut memperlihatkan situasi pada Kamis, 8 Oktober, sekitar waktu dini hari. Lokasi yang tampak dalam video berada di salah satu lapangan padel di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan. Namun, isi rekaman perlu dipahami secara hati-hati karena gambar yang beredar belum dengan sendirinya menjelaskan identitas maupun maksud orang-orang yang terlihat.

Dalam rekaman, tampak dua orang datang secara berboncengan menggunakan sepeda motor. Setelah kendaraan berhenti di sekitar area lapangan, satu orang terlihat masuk ke kawasan lapangan padel. Sementara itu, orang lainnya tetap berada di atas sepeda motor dan menunggu di luar atau di sekitar akses masuk. Urutan pergerakan tersebut menjadi gambaran visual mengenai aktivitas yang terekam kamera, bukan kepastian mengenai peran masing-masing orang dalam peristiwa yang sedang diselidiki.

Durasi, sudut pengambilan gambar, serta kualitas rekaman dapat memengaruhi pemahaman terhadap kejadian secara keseluruhan. Karena itu, video yang beredar di media sosial masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk pencocokan waktu, lokasi, dan detail kendaraan maupun pakaian yang tampak dalam gambar. Polisi dapat menggunakan rekaman tersebut sebagai salah satu petunjuk awal, lalu membandingkannya dengan keterangan saksi, rekaman kamera lain, serta barang bukti yang ditemukan di lokasi. Sampai proses tersebut selesai, belum tepat untuk menyimpulkan identitas kedua orang itu, hubungan di mereka, ataupun memastikan keterlibatan masing-masing dalam dugaan pembobolan.

Pihak pengelola Koci Padhel House telah melaporkan peristiwa pencurian yang terjadi di lingkungan properti tersebut kepada kepolisian. Laporan itu menjadi dasar bagi aparat untuk menindaklanjuti dugaan pembobolan dan mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan kejadian. Pengelola juga menyampaikan keterangan awal mengenai peristiwa tersebut sebagai bagian dari proses pelaporan kepada pihak berwenang.

Saat ini, perkara tersebut masih berada dalam tahap penyelidikan Unit Resmob Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan. Tahap penyelidikan dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai rangkaian kejadian, termasuk waktu, kondisi lokasi, serta informasi lain yang dapat membantu penanganan perkara. Polisi masih melakukan pendalaman berdasarkan laporan dan bahan awal yang tersedia.

Budi Hermanto menyampaikan bahwa penyelidikan tersebut bertujuan untuk mengungkap pelaku sekaligus mendalami peristiwa pencurian yang dilaporkan. Dengan demikian, aparat tidak hanya menelusuri pihak yang diduga terlibat, tetapi juga berupaya memahami bagaimana peristiwa itu berlangsung. Setiap informasi yang relevan akan menjadi bagian dari proses pemeriksaan dan penelusuran oleh penyidik.

Rekaman kamera pengawas atau CCTV menjadi salah satu petunjuk yang turut diperhatikan dalam penanganan perkara. Namun, informasi mengenai hasil pemeriksaan rekaman tersebut belum disampaikan. Hingga kini, status perkara masih berjalan dalam tahap penyelidikan Unit Resmob Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan. Belum terdapat informasi mengenai penetapan tersangka, penangkapan, maupun hasil pemeriksaan CCTV.

Pos terkait