Yogyakarta | PSIM Yogyakarta resmi mengakhiri kerja sama dengan Jean-Paul van Gastel sebagai pelatih kepala. Pengumuman tersebut disampaikan Direktur Utama PSIM, Liana Tasno, di Graha Pandawa, Balai Kota Yogyakarta, pada Sabtu (17/10/2026) sore WIB. Keputusan ini menandai berakhirnya masa kebersamaan klub dengan pelatih asal Belanda tersebut, setelah manajemen melakukan evaluasi terhadap situasi tim. Penyampaian secara langsung oleh pimpinan klub menjelaskan bahwa langkah itu merupakan keputusan resmi PSIM, bukan sekadar perubahan sementara dalam susunan kepelatihan. Pengumuman berlangsung sehari setelah Laskar Mataram menjalani pertandingan pekan kelima BRI Super League 2026/2027.
Dalam laga tersebut, PSIM harus menerima kekalahan 1-2 dari PSM Makassar di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Jumat (16/10/2026). Hasil pertandingan itu menjadi latar penting bagi evaluasi manajemen, sebelum keputusan mengenai posisi Van Gastel diumumkan ke publik. Kekalahan di kandang sendiri membuat hasil pekan kelima menjadi perhatian dalam pembahasan klub, meskipun keputusan perpisahan disampaikan setelah peninjauan oleh manajemen. Dengan demikian, pengumuman pada Sabtu sore datang hanya sehari setelah pertandingan melawan PSM, ketika tim dan klub baru saja menghadapi hasil yang tidak sesuai harapan.
Liana Tasno menyampaikan bahwa evaluasi menjadi dasar bagi langkah PSIM untuk mengakhiri kerja sama dengan sang pelatih. Pernyataan tersebut menempatkan keputusan ini dalam konteks penilaian manajemen atas perkembangan tim, bukan hanya sebagai respons spontan terhadap satu hasil pertandingan. Namun, kekalahan dari PSM menjadi peristiwa terdekat sebelum pengumuman dan menjadi bagian dari rangkaian situasi yang dipertimbangkan. Perpisahan dengan Van Gastel sekaligus membuka fase baru bagi PSIM di tengah berjalannya kompetisi musim 2026/2027. Pengumuman resmi itu memastikan perubahan pada kursi pelatih kepala, sementara klub memasuki masa transisi setelah pertandingan pekan kelima. Penjelasan manajemen di Balai Kota Yogyakarta menjadi rujukan utama mengenai waktu dan latar keputusan tersebut.
Pada awal musim, PSIM menghadapi periode hasil yang belum sesuai harapan. Tim menelan empat kekalahan secara beruntun dan belum meraih satu pun kemenangan dalam lima pertandingan yang telah dijalani. Catatan tersebut menjadi gambaran kondisi tim pada rentang awal kompetisi, sekaligus latar bagi evaluasi yang dilakukan klub. Rentetan hasil itu menunjukkan bahwa PSIM belum memperoleh hasil positif dari lima laga tersebut, sementara empat di antaranya berakhir dengan kekalahan berturut-turut. Informasi mengenai pencapaian ini memberi konteks atas perkembangan tim, tanpa menjelaskan penyebab di balik hasil pertandingan. Fokusnya adalah pada catatan performa yang telah terjadi dan respons yang disampaikan oleh pihak klub.
Menanggapi performa yang belum memuaskan tersebut, Liana menyampaikan permohonan maaf. Permintaan maaf itu ditujukan terkait hasil yang diraih PSIM pada awal musim, ketika tim belum mampu mencatat kemenangan dan mengalami empat kekalahan beruntun. Pernyataan tersebut mengakui bahwa capaian tim sejauh ini belum memenuhi harapan. Liana tidak hanya menyampaikan penyesalan atas kondisi tersebut, tetapi juga menyatakan komitmen untuk terus berupaya. Ia menyebut dirinya tetap berusaha membawa tim kebanggaan tersebut bertahan di liga. Pernyataan ini menegaskan arah upaya yang disampaikan Liana, tanpa menyatakan hasil yang belum terjadi atau memastikan bagaimana perjalanan PSIM selanjutnya.
Dengan demikian, catatan lima pertandingan tanpa kemenangan dan empat kekalahan beruntun menjadi bagian penting dari situasi PSIM pada awal musim. Permohonan maaf Liana serta tekadnya untuk mengupayakan agar tim tetap bertahan di liga melengkapi gambaran tersebut. Keterangan yang tersedia berpusat pada hasil pertandingan dan pernyataannya, sehingga tidak perlu menarik kesimpulan mengenai faktor penyebab atau membuat penilaian tambahan tentang performa tim. Bagi PSIM, fokus yang dinyatakan adalah berusaha melewati situasi ini dan menjaga keberadaan klub di kompetisi. Perkembangan berikutnya akan tercermin melalui hasil yang diraih dalam pertandingan mendatang; untuk saat ini, tim masih tercatat belum menang dalam lima laga dan telah mengalami empat kekalahan berturut-turut.
Keputusan manajemen PSIM mengakhiri kerja sama dengan Jean-Paul van Gastel dijelaskan Liana sebagai respons atas kondisi tim yang belum menunjukkan hasil sesuai harapan. Dalam situasi ketika kemenangan belum berhasil diraih, manajemen menilai perlu mengambil langkah untuk menjaga kepentingan klub. Pernyataan tersebut menempatkan keputusan ini dalam konteks evaluasi terhadap keadaan tim, bukan sekadar perubahan nama di posisi pelatih. Liana menyampaikan bahwa keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan kebutuhan PSIM saat ini serta tanggung jawab pengelolaan klub. Kondisi tanpa kemenangan menjadi latar yang mendorong manajemen melakukan penyesuaian, dengan harapan tim dapat memperoleh kesempatan untuk menata kembali persiapan dan fokus pada pertandingan selanjutnya.
Liana juga menegaskan bahwa tugasnya sebagai direktur utama tidak terbatas pada urusan teknis di lapangan. Ia memiliki tanggung jawab untuk memastikan keamanan dan keberlangsungan PSIM ke depan, sehingga setiap keputusan perlu memperhitungkan kondisi klub secara menyeluruh. Dalam pandangannya, menjaga klub tetap berjalan dan terlindungi merupakan bagian penting dari peran manajemen, terutama saat tim menghadapi periode yang sulit. Karena itu, langkah mengakhiri kerja sama dengan Van Gastel diposisikan sebagai bagian dari tanggung jawab tersebut. Keputusan ini tidak hanya berkaitan dengan hasil pertandingan yang belum memuaskan, tetapi juga dengan upaya manajemen mengelola situasi agar PSIM dapat melanjutkan kompetisi dan mempersiapkan langkah berikutnya secara terarah.
Untuk mengisi posisi pelatih sementara, manajemen menunjuk Guntur Cahyo Utomo sebagai caretaker. Ia akan memimpin tim dalam beberapa pertandingan berikutnya, sementara PSIM menjalani masa transisi setelah berpisah dengan Van Gastel. Penunjukan caretaker memberi tim sosok yang dapat mengarahkan kegiatan dan persiapan menjelang laga-laga terdekat. Dalam periode ini, perhatian utama tetap tertuju pada kebutuhan tim untuk kembali meraih kemenangan dan menjalani pertandingan dengan kesiapan yang lebih baik. Manajemen belum mengubah penunjukan sementara tersebut menjadi keputusan permanen; Guntur bertugas mendampingi tim untuk sementara waktu. Langkah ini sekaligus memberi ruang bagi klub untuk menjaga kesinambungan aktivitas tim, sambil menghadapi jadwal kompetisi yang telah menanti.
Guntur Cahyo Utomo akan menjalankan tugas sebagai caretaker PSIM selama masa transisi setelah klub mengakhiri kerja sama dengan Jean-Paul van Gastel. Ia diperkirakan memimpin tim selama sekitar satu bulan, sembari manajemen menunggu penetapan pelatih tetap. Penugasan sementara ini menjadi jembatan bagi tim hingga keputusan mengenai sosok yang akan menangani PSIM secara permanen ditetapkan.
Dalam periode tersebut, Guntur akan bertanggung jawab memimpin tim di tengah proses penyesuaian. Status caretaker menandakan bahwa tugasnya bersifat sementara, sementara penunjukan pelatih tetap masih menunggu keputusan manajemen. Karena itu, masa sekitar satu bulan ini menjadi fase penting agar tim tetap memiliki kepemimpinan sambil menanti kepastian berikutnya. Tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai durasi penugasan di luar perkiraan tersebut ataupun waktu penetapan pelatih permanen.
Liana berharap keputusan yang diambil manajemen dapat memperoleh dukungan dari para suporter PSIM, termasuk Brajamusti dan The Maident. Dukungan tersebut diharapkan menyertai tim selama melewati masa transisi, tanpa mengurangi ruang bagi manajemen untuk menjalankan proses penentuan pelatih. Harapan itu juga berkaitan dengan kebutuhan menjaga suasana yang lebih baik, baik di ruang ganti maupun ketika pertandingan berlangsung.
Menurut harapan Liana, kondisi di ruang ganti dan atmosfer tim selama 90 menit pertandingan perlu menjadi lebih baik daripada keadaan saat ini. Perbaikan tersebut diharapkan membantu PSIM menjalani pertandingan dengan suasana yang lebih positif dan memberi peluang untuk meraih hasil lebih baik.
Baca juga: Kesempatan Kerja di Jakarta: Job Fair 2026 Siap Sambut Pencari Kerja | Optimalisasi Aset Properti Telkom Group Melalui Kerja Sama dengan Badan Gizi Nasional










