Polisi Periksa Pengemudi BYD Usai Tabrakan Beruntun di Panglima Polim

Kronologi Tabrakan Beruntun BYD Atto 1 di Panglima Polim

Jakarta | Polisi menyatakan hasil pemeriksaan narkoba dan alkohol terhadap pengemudi BYD Atto 1 yang terlibat tabrakan beruntun di Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tidak menunjukkan indikasi penyalahgunaan. Keterangan tersebut disampaikan Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Mujiyanto. Pemeriksaan dilakukan setelah insiden yang melibatkan mobil bernomor polisi B-1220-KDP itu, sementara pengemudinya masih berada di Polres Metro Jakarta Selatan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Hasil tes tersebut menjadi salah satu bagian dari penanganan kepolisian terhadap peristiwa kecelakaan. Berdasarkan keterangan Mujiyanto, tidak ditemukan indikasi bahwa pengemudi berada di bawah pengaruh narkoba maupun alkohol. Namun, hasil pemeriksaan itu tidak berarti seluruh proses penanganan perkara telah selesai. Polisi tetap memerlukan keterangan pengemudi untuk memperoleh penjelasan mengenai kejadian dan melengkapi informasi terkait tabrakan beruntun tersebut.

Bacaan Lainnya

Pengemudi masih diamankan di Polres Metro Jakarta Selatan ketika polisi melakukan pendalaman. Langkah meminta keterangan diperlukan untuk mencocokkan informasi yang diperoleh petugas dengan kronologi kejadian. Mobil BYD Atto 1 dengan pelat B-1220-KDP merupakan kendaraan yang diperiksa dalam perkara ini. Hingga pemeriksaan lanjutan berlangsung, keterangan mengenai hasil tes narkoba dan alkohol disampaikan sebagai temuan awal yang relevan, bukan sebagai penjelasan tunggal mengenai penyebab kecelakaan.

Karena itu, fokus penyelidikan tidak hanya pada hasil tes terhadap pengemudi, tetapi juga pada pengumpulan keterangan lebih lanjut mengenai peristiwa di Jalan Panglima Polim. Polisi belum dapat menyimpulkan penyebab tabrakan hanya berdasarkan pemeriksaan tersebut. Informasi resmi yang disampaikan sejauh ini menegaskan bahwa tes tidak menemukan indikasi penyalahgunaan, sedangkan pengemudi masih dimintai keterangan di Polres Metro Jakarta Selatan. Perkembangan berikutnya bergantung pada pendalaman kepolisian atas rangkaian kejadian dan informasi yang dihimpun dalam proses pemeriksaan.

Kecelakaan beruntun yang melibatkan sebuah BYD Atto 1 terjadi pada Jumat, 23 Oktober 2026, sekitar pukul 16.48 WIB. Peristiwa tersebut berlangsung di depan Win Hotel, Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan. Berdasarkan keterangan awal kepolisian, mobil itu bergerak dari arah selatan menuju utara sebelum terlibat tabrakan dengan sejumlah kendaraan di kawasan tersebut. Lokasi kejadian berada di ruas jalan yang juga memiliki area parkir hotel dan trotoar.

Kasi Laka Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Kharisma Arbita Bangsa, menjelaskan bahwa BYD Atto 1 lebih dahulu menabrak sebuah Wuling bernomor polisi B-1835-ERZ. Mobil Wuling itu dilaporkan sedang berhenti di sisi kiri jalan ketika benturan terjadi. Setelah menabrak Wuling, BYD melanjutkan pergerakan hingga naik ke trotoar. Rangkaian kejadian tersebut kemudian berlanjut ke area parkir Hotel Amaris yang berada di sekitar lokasi.

Di area hotel itu, BYD menabrak dua kendaraan yang sedang terparkir, yakni Honda Mobilio dan Toyota Navi. Dengan demikian, berdasarkan kronologi awal yang disampaikan kepolisian, insiden tersebut melibatkan kendaraan yang bergerak di jalan, satu mobil yang berhenti di sisi kiri, serta dua mobil yang terparkir di Hotel Amaris. Keterangan mengenai arah perjalanan, benturan pertama, dan tabrakan berikutnya menjadi bagian dari penjelasan awal petugas mengenai urutan kejadian. Peristiwa berlangsung dalam rentang waktu sekitar pukul 16.48 WIB pada Jumat sore. Polisi menyampaikan informasi tersebut melalui Kompol Kharisma Arbita Bangsa, sementara uraian kronologi menggambarkan bagaimana BYD berpindah dari badan jalan ke trotoar dan kemudian mencapai kendaraan-kendaraan yang terparkir. Lokasi utama yang disebutkan adalah depan Win Hotel di Jalan Panglima Polim, sedangkan dua mobil terakhir berada di area parkir Hotel Amaris.Kecelakaan beruntun di kawasan Panglima Polim menimbulkan korban luka dari kalangan pengendara sepeda motor. Salah satu korban adalah pengendara Honda Beat berinisial HS, yang dilaporkan mengalami luka serius. Setelah kejadian, HS dibawa ke rumah sakit untuk memperoleh perawatan medis. Informasi mengenai kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak insiden tidak hanya berupa kerusakan kendaraan, tetapi juga mencakup cedera yang memerlukan penanganan tenaga kesehatan. Meski demikian, rincian mengenai jenis luka yang dialami HS maupun perkembangan kondisinya setelah mendapat perawatan belum tersedia dalam keterangan yang menjadi acuan.

Sumber informasi juga menyebut seorang pengendara ojek daring mengalami patah kaki setelah terlindas dalam rangkaian kecelakaan. Keterangan itu menegaskan adanya korban lain yang mengalami cedera, tetapi tidak memuat identitas pengendara tersebut. Karena itu, informasi mengenai korban ojek daring disampaikan sebatas kondisi yang dilaporkan, tanpa menyimpulkan hubungan atau urutan terperinci dengan kendaraan tertentu. Tidak terdapat rincian tambahan yang dapat memastikan rumah sakit tempat korban tersebut dirawat ataupun keadaan terkini setelah kejadian.

Perbedaan tingkat cedera yang dilaporkan menggambarkan seriusnya konsekuensi tabrakan bagi pengguna jalan yang berada di sekitar lokasi. Penanganan medis terhadap HS dan laporan patah kaki pada pengendara ojek daring menjadi bagian penting dari dampak peristiwa ini. Informasi yang tersedia belum menjelaskan tindakan pertolongan pertama, proses evakuasi, atau hasil pemeriksaan medis secara terperinci. Oleh sebab itu, uraian mengenai korban perlu dibatasi pada keterangan yang telah disebutkan, yakni HS mengalami luka serius dan dibawa ke rumah sakit, sementara seorang pengendara ojek daring dilaporkan patah kaki setelah terlindas. Rincian lain tidak dapat dipastikan dari informasi tersebut.

Penyelidikan atas tabrakan beruntun di kawasan Panglima Polim masih berlangsung. Polisi belum menyampaikan kesimpulan mengenai rangkaian kejadian tersebut. Kharisma mengatakan bahwa petugas telah melakukan sejumlah langkah awal di lokasi, termasuk olah tempat kejadian perkara (TKP), untuk mendokumentasikan kondisi area kecelakaan dan mengumpulkan informasi yang diperlukan. Proses ini menjadi bagian dari pemeriksaan yang masih berjalan.

Selain melakukan olah TKP, petugas juga mencari saksi yang dapat memberikan keterangan terkait peristiwa tersebut. Informasi dari saksi akan dihimpun dan ditelaah bersama hasil pemeriksaan di lokasi. Polisi turut mengamankan area kecelakaan selama penanganan berlangsung. Langkah itu dilakukan agar petugas dapat bekerja di lokasi dan kepentingan penyelidikan tetap terjaga. Keterangan yang diperoleh serta temuan di lapangan masih perlu diperiksa lebih lanjut.

Dalam penanganan barang bukti, polisi mengamankan mobil BYD Atto 1 yang terlibat dalam kecelakaan. Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) mobil tersebut dan Surat Izin Mengemudi (SIM) milik pengemudinya juga turut diamankan. Kendaraan dan dokumen itu menjadi bagian dari barang bukti yang ditangani petugas dalam proses penyelidikan. Pengamanan tersebut tidak dengan sendirinya menunjukkan adanya kesimpulan mengenai penyebab tabrakan atau tanggung jawab pengemudi.

Sepeda motor Honda Beat yang terlibat juga diamankan oleh polisi, bersama dokumen kendaraannya. Dengan demikian, kendaraan dari kedua pihak beserta dokumen terkait berada dalam penanganan petugas untuk mendukung pemeriksaan. Polisi masih mengumpulkan keterangan dan menelaah barang bukti yang telah diamankan. Hingga pemeriksaan selesai, belum ada kesimpulan yang disampaikan mengenai penyebab kecelakaan maupun pihak yang bertanggung jawab. Kharisma menyatakan bahwa pemeriksaan terhadap pengemudi masih berlangsung, sementara langkah penyelidikan lainnya terus dilakukan. Perkembangan perkara akan bergantung pada hasil pemeriksaan dan informasi yang dihimpun petugas. Untuk saat ini, status penanganan tetap berada pada tahap penyelidikan; polisi belum menetapkan pihak yang bersalah ataupun menyatakan penyebab tabrakan beruntun tersebut.

Baca juga: Panglima TNI Ziarah ke Makam Presiden RI Ke-2 dan Panglima Besar Jenderal Soedirman | Jelang HUT Ke-81 TNI, Pasahli Panglima TNI Anjangsana kepada Mantan Panglima TNI | Panglima TNI Resmi Tutup Lomba Tembak Piala Panglima TNI 2026 25 kunjungan

Pos terkait