JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 26 September 2026, Telkom Indonesia telah mengambil langkah signifikan menuju dekarbonisasi operasional dengan komitmen yang kuat terhadap penggunaan energi terbarukan. Dalam upaya ini, perusahaan berusaha untuk mencapai status net zero emissions, terutama di kawasan The Telkom Hub, yang menjadi fokus utama strategi keberlanjutan mereka.
Salah satu tonggak penting dalam perjalanan menuju emisi nol bersih adalah penerimaan sertifikat dari lembaga terkait, yang menegaskan bahwa Telkom Indonesia telah memenuhi standar tertentu dalam pengurangan emisi. Sertifikat ini menjadi indikasi komitmen perusahaan untuk beralih ke sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan, seperti pembangkit listrik tenaga surya dan angin. Dengan orientasi yang jelas terhadap energi terbarukan, perusahaan berharap dapat menurunkan jejak karbon dan dampak lingkungan dari operasionalnya.
Telkom Indonesia juga menerapkan berbagai langkah strategis untuk memfasilitasi transisi menuju energi terbarukan. Salah satunya adalah dengan memperbesar investasi pada teknologi hijau dan infrastruktur yang mendukung pemanfaatan energi bersih. Melalui kolaborasi dengan berbagai mitra, perusahaan dapat mengembangkan proyek-proyek inovatif yang berfokus pada pengurangan emisi. Selain itu, pendidikan dan pelatihan kepada karyawan mengenai pentingnya keberlanjutan juga menjadi bagian dari komitmen ini.
Lebih jauh lagi, Telkom Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi cakupan 1 dan 2, yang mencakup emisi dari fasilitas operasional dan konsumsi energi. Strategi ini meliputi pengurangan penggunaan bahan bakar fosil dan peningkatan efisiensi energi dalam berbagai proses bisnis. Dengan langkah-langkah ini, Telkom bukan hanya berinvestasi dalam keberlanjutan tetapi juga berkontribusi terhadap upaya global dalam melawan perubahan iklim.
Telkom Indonesia, sebagai salah satu perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia, baru-baru ini berhasil meraih pengakuan atas komitmennya dalam mengurangi emisi karbon melalui penerimaan Renewable Energy Certificate (REC) dan sertifikat pengurangan emisi gas rumah kaca (SPE GRK). Penghargaan ini bukan hanya mencerminkan usaha berkelanjutan Telkom untuk mencapai emisi nol bersih, tetapi juga menunjukkan keseriusan perusahaan dalam berkontribusi terhadap perubahan iklim global.
Penerimaan REC merupakan langkah signifikan yang menunjukkan bahwa energi yang digunakan oleh Telkom Indonesia bersumber dari sumber energi terbarukan. Dalam konteks ini, PT Energy Management Indonesia (EMI) berperan penting dalam membantu Telkom untuk memenuhi standar yang diperlukan guna mendapatkan sertifikat ini. EMI memberikan pendampingan dan konsultasi terkait pengelolaan energi, yang mencakup identifikasi dan implementasi teknologi hijau, pengurangan konsumsi energi, serta penggunaan sumber energi yang lebih ramah lingkungan.
Sertifikat pengurangan emisi gas rumah kaca (SPE GRK) yang diperoleh juga menjadi indikator penting dalam upaya dekarbonisasi Telkom Indonesia. Dengan adanya sertifikat tersebut, perusahaan tidak hanya mematuhi regulasi yang ada, tetapi juga berinvestasi dalam masa depan yang lebih berkelanjutan. Hal ini menunjukkan bahwa Telkom berkomitmen untuk tidak hanya memberikan layanan terbaik kepada pelanggan tetapi juga menjaga lingkungan.
Keberhasilan ini menjadi contoh nyata bagi industri lain untuk mengikuti jejak Telkom Indonesia dalam hal dekarbonisasi. Sertifikat REC dan SPE GRK berfungsi sebagai motivasi bagi perusahaan lain untuk terus mengeksplorasi dan mengimplementasikan praktik-praktik yang lebih berkelanjutan, serta mendukung tujuan nasional untuk mengurangi emisi karbon, yang pada akhirnya berdampak positif bagi keberlanjutan bumi.
The Telkom Hub telah menjadi pionir dalam menerapkan efisiensi energi melalui pemanfaatan teknologi modern dan sumber daya terbarukan. Inisiatif ini berfokus pada pengurangan jejak karbon serta upaya menuju emisi nol bersih, sejalan dengan komitmen Telkom Indonesia terhadap keberlanjutan lingkungan. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah melalui pembelian Renewable Energy Certificates (REC), yang mencerminkan penggunaan energi terbarukan dalam operasional sehari-hari.
Unit REC yang dibeli oleh The Telkom Hub tidak hanya membantu mengkompensasi emisi karbon yang dihasilkan oleh aktivitas perusahaan, tetapi juga berkontribusi pada proyek pengembangan energi terbarukan di berbagai wilayah. Dengan cara ini, Telkom Indonesia mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan sumber energi bersih yang lebih luas di seluruh Indonesia.
Salah satu aspek penting dari efisiensi energi yang diterapkan di The Telkom Hub adalah penggunaan penerangan jalan umum tenaga surya. Penerangan ini tidak hanya mengurangi konsumsi listrik yang diperlukan untuk operasional gedung utama, tetapi juga menghadirkan solusi berkelanjutan yang mendukung prinsip ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan panel surya, gedung dapat beroperasi dengan energi yang diperoleh dari sumber daya alam, sekaligus mengurangi ketergantungan pada listrik dari jaringan konvensional.
Inovasi teknologi dalam penerangan jalan tersebut secara signifikan menurunkan biaya operasional, serta memperpanjang umur lampu dan sistem penerangannya. Hal ini menjadi contoh nyata dari bagaimana teknologi dapat diintegrasikan untuk menciptakan efisiensi energi yang maksimal dalam sebuah lingkungan perkantoran. Selain itu, langkah-langkah ini juga berperan dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya keberlanjutan di kalangan karyawan dan pengunjung.
Dengan segala upaya ini, The Telkom Hub berkomitmen untuk terus memimpin dalam menciptakan lingkungan yang lebih efisien dan berkelanjutan, seraya menunjukkan bahwa integrasi teknologi modern dan sumber daya terbarukan dapat membuahkan hasil yang positif dalam perjalanan menuju emisi nol bersih.
Telkom Indonesia telah menetapkan target ambisius untuk mencapai 100% operasi net zero emissions pada tahun 2060. Dalam rangka mewujudkan tujuan ini, perusahaan telah merancang berbagai strategi jangka panjang yang akan dilaksanakan secara bertahap. Salah satu langkah awal yang krusial adalah pengurangan emisi dari seluruh kegiatan operasional, yang mencakup peningkatan efisiensi energi dan pemanfaatan sumber energi terbarukan.
Salah satu aspek penting dari rencana ini adalah sinergi dengan anak perusahaan. Telkom Indonesia berencana untuk mengintegrasikan inisiatif pengurangan emisi ke dalam setiap lini bisnis yang dimiliki. Dengan melibatkan anak perusahaan dalam upaya ini, diharapkan bisa tercapai pendekatan yang lebih holistik dalam mengelola jejak karbon. Selain itu, kolaborasi ini juga menciptakan peluang untuk berbagi pengetahuan dan teknologi yang diperlukan untuk mencapai emisi nol bersih.
Teknologi modern memainkan peran penting dalam mendukung pencapaian tujuan emisi nol. Telkom memanfaatkan inovasi terkini seperti Internet of Things (IoT) dan Big Data untuk menganalisis dan memonitor penggunaan energi. Melalui penerapan teknologi ini, perusahaan dapat mengidentifikasi area yang membutuhkan perbaikan dan merancang solusi yang lebih efisien. Penerapan model bisnis berkelanjutan dengan fokus pada pengurangan emisi diharapkan dapat menjadi salah satu pendorong utama bagi keberhasilan transformasi ini.
Dengan penekanan pada pengembangan berkelanjutan dan inovasi, Telkom Indonesia berkomitmen untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengurangi emisi karbon. Setiap tahap dalam rencana jangka panjang ini disusun untuk memastikan bahwa perusahaan tidak hanya mengoptimalkan kinerja bisnis, tetapi juga mendukung upaya global dalam mengatasi perubahan iklim. Upaya ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.











