Jakarta | Kiky Saputri akhirnya memberikan penjelasan terbuka setelah potongan video lawas yang memuat candaan “rakyat jelata” kembali ramai diperbincangkan. Melalui unggahan di Instagram, ia menanggapi perhatian publik sekaligus menjelaskan konteks percakapan yang terlihat dalam video tersebut. Kemunculan ulang cuplikan itu memicu beragam reaksi, termasuk kritik dari orang-orang yang menilai pilihan katanya tidak pantas. Kiky menyadari bahwa potongan video yang beredar dapat dipahami secara berbeda dari maksud awalnya, sehingga ia merasa perlu menyampaikan klarifikasi secara langsung.
Dalam penjelasannya, Kiky menyebut istilah tersebut sebagai bagian dari candaan dalam situasi saat video dibuat, bukan pernyataan yang dimaksudkan untuk merendahkan masyarakat. Ia ingin menjelaskan latar kejadian agar publik memahami konteks utuh, tetapi tidak menjadikan konteks itu sebagai alasan untuk mengabaikan dampak ucapannya. Menurutnya, maksud seseorang dan cara orang lain menerima sebuah ucapan tidak selalu sama. Karena itu, ia mengakui bahwa kata-kata yang terdengar ringan dalam satu situasi dapat menimbulkan kesan kurang menyenangkan ketika ditonton kembali, terutama oleh mereka yang merasa tersinggung.
Kiky juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat yang merasa terluka atau direndahkan oleh candaan tersebut. Sikap itu menunjukkan bahwa ia tidak menutup diri terhadap kritik, meskipun ia menegaskan bahwa niat awalnya bukan untuk menghina siapa pun. Ia memahami bahwa pilihan kata memiliki pengaruh, terlebih ketika sebuah video tersebar luas tanpa seluruh konteks percakapannya. Dengan memberi penjelasan dan meminta maaf, Kiky berupaya merespons kegaduhan secara terbuka, bukan membiarkannya berlalu tanpa tanggapan. Klarifikasi tersebut sekaligus menjadi pengakuan bahwa dampak ucapan tetap perlu diperhatikan, terlepas dari niat yang menyertainya. Perbincangan mengenai video lawas itu pun kembali menyoroti pentingnya mempertimbangkan bahasa dalam candaan publik, serta kesediaan untuk mendengarkan pihak yang merasa terdampak.
Dalam keterangannya, Kiky Saputri menjelaskan bahwa rekaman yang kemudian menjadi perhatian publik itu dibuat pada 2023. Penjelasan mengenai waktu dan latar pembuatan video tersebut disampaikan untuk memberikan konteks atas candaan “rakyat jelata” yang terdengar di dalamnya. Dengan demikian, rekaman itu bukan dibuat dalam situasi yang terpisah dari kegiatan tertentu, melainkan berkaitan dengan perjalanan yang sedang dilakukan Kiky bersama sejumlah pengisi acara. Keterangan ini membantu menjelaskan keadaan ketika percakapan tersebut berlangsung, tanpa mengubah isi rekaman ataupun menghapus dampak yang muncul setelah potongan videonya beredar dan menjadi perbincangan.
Menurut penjelasan Kiky, ia dan sejumlah pengisi acara mendapat undangan untuk menghadiri peresmian Bandara Internasional Kertajati. Undangan tersebut menjadi latar kegiatan yang menghubungkan rombongan dengan lokasi acara. Rekaman dibuat ketika mereka sedang dalam perjalanan menuju peresmian itu. Keterangan yang disampaikan Kiky menempatkan video tersebut dalam konteks perjalanan bersama, bukan sebagai pernyataan yang disusun untuk membahas masyarakat secara umum. Informasi tentang undangan dan tujuan perjalanan ini merupakan bagian dari latar yang ia berikan saat menjelaskan kembali situasi dalam video. Tidak ada rincian tambahan mengenai penyelenggaraan acara yang diperlukan untuk memahami konteks dasar rekaman tersebut.
Dalam perjalanan menuju lokasi, rombongan itu berada dalam satu pesawat bersama Menteri Perhubungan yang menjabat saat itu. Kiky menyebut keadaan tersebut sebagai bagian dari latar rekaman yang dibuat pada 2023, ketika rombongan hendak menghadiri peresmian Bandara Internasional Kertajati. Keterangan ini menjelaskan siapa yang berada dalam pesawat sebatas informasi yang ia sampaikan, tanpa merinci identitas penumpang lain maupun hal-hal lain selama perjalanan. Karena itu, konteks yang dapat dipastikan dari penjelasannya mencakup waktu pembuatan video, undangan menghadiri peresmian, tujuan perjalanan, serta keberadaan Menteri Perhubungan saat itu di pesawat yang sama. Penyajian latar ini membantu pembaca memahami situasi rekaman, sementara pembahasan mengenai candaan dan permintaan maaf tetap merujuk pada penjelasan Kiky sendiri.
Kiky Saputri menjelaskan bahwa ungkapan “rakyat jelata” dalam candaan yang menjadi sorotan perlu dipahami dalam konteks gaya komedinya. Sebagai komika, ia kerap menggunakan roasting, sindiran, dan sarkasme untuk menanggapi hal-hal yang sedang ramai dibicarakan. Pilihan kata yang terdengar tajam, menurut penjelasannya, merupakan bagian dari cara menyampaikan humor, bukan pernyataan serius untuk merendahkan orang lain. Ia menyebut candaan tersebut memiliki sasaran dan latar tertentu, sehingga tidak semestinya dipisahkan begitu saja dari situasi yang melahirkannya. Meski demikian, respons publik menunjukkan bahwa ungkapan itu dapat ditafsirkan berbeda oleh pendengar, terutama ketika disampaikan tanpa seluruh konteks percakapan.
Dalam penjelasannya, istilah tersebut diarahkan sebagai sindiran terhadap fenomena flexing atau kebiasaan memamerkan kemewahan yang saat itu menjadi perbincangan. Kiky mengatakan ia tidak bermaksud menghina masyarakat dengan menyebut “rakyat jelata”. Sasaran leluconnya, sebagaimana ia paparkan, adalah perilaku pamer yang sedang ramai dibicarakan, bukan kelompok masyarakat yang hidup sederhana atau orang-orang yang tidak memiliki akses terhadap fasilitas mewah. Perbedaan mengomentari perilaku dan menyerang identitas orang menjadi bagian penting untuk memahami maksud candaan itu. Namun, penggunaan istilah yang berkonotasi merendahkan tetap dapat menimbulkan kesan menyakitkan, sekalipun maksud pembicaranya adalah menyindir fenomena tertentu.
Kiky juga menekankan bahwa dirinya tidak memosisikan diri sebagai orang yang sepenuhnya terpisah dari kelompok yang disebut dalam candaan. Pengalaman menaiki private jet pada saat itu merupakan hal baru baginya, sehingga ia merasa dapat memasukkan dirinya sendiri ke dalam lelucon tersebut. Dengan kata lain, ia menggambarkan candaan itu sebagai sindiran yang turut mengarah kepada dirinya, bukan ejekan dari seseorang yang merasa selalu berada di atas orang lain. Penjelasan ini memberikan gambaran tentang sudut pandang yang ingin ia sampaikan, meski tidak serta-merta menghapus perbedaan tafsir di tengah masyarakat. Konteks, sasaran, dan cara penyampaian menjadi unsur yang saling terkait dalam memahami humor tersebut. Pernyataan Kiky pun menggarisbawahi bahwa candaan tentang flexing dapat dibaca sebagai kritik sosial, tetapi pilihan kata tetap berpengaruh terhadap bagaimana pesan diterima oleh publik.
Dalam menanggapi reaksi atas candaan “rakyat jelata”, Kiky Saputri mengakui bahwa maksud seseorang saat berbicara tidak selalu sejalan dengan dampak yang kemudian dirasakan pendengarnya. Sebuah lelucon mungkin disampaikan dengan niat tertentu, tetapi orang yang mendengarnya dapat menangkap makna atau merasakan kesan yang berbeda. Karena itu, penilaian terhadap sebuah candaan tidak hanya ditentukan oleh maksud pembicara, melainkan juga oleh bagaimana pilihan kata tersebut diterima dalam konteksnya. Pengakuan ini menjadi bagian penting dari penjelasannya: niat pribadi tidak serta-merta menghapus pengalaman orang lain yang merasa tersinggung. Ia memahami bahwa reaksi masyarakat dapat beragam, sekalipun maksud awalnya bukan untuk menyinggung.
Kiky juga mengakui bahwa kata-kata yang dipilihnya mungkin terdengar tidak tepat bagi sebagian pendengar. Pernyataan tersebut menempatkan perhatian pada dampak ucapan, bukan semata-mata pada maksud ketika candaan disampaikan. Dalam percakapan publik, suatu ungkapan dapat memiliki kesan berbeda bagi orang dengan pengalaman dan sudut pandang yang beragam. Hal itu membuat respons terhadap humor tidak selalu seragam: ada yang menganggapnya sebagai candaan, sementara yang lain dapat merasa tidak nyaman atau tersinggung. Dengan mengakui kemungkinan perbedaan penerimaan itu, Kiky menunjukkan bahwa ia memahami alasan sebagian masyarakat memberi respons negatif. Namun, pengakuan tersebut tetap terbatas pada dampak dan pilihan kata, tanpa menambahkan kesimpulan lain mengenai maksudnya.
Atas reaksi tersebut, Kiky menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat yang merasa tersinggung.
Baca juga: 47 Aksi di Jakarta Dikawal 3.983 Personel, Polisi Sampaikan Imbauan bagi Pengguna Jalan | Mengabdi Tanpa Batas untuk Indonesia, Pelda Pur Abdul Latif Sampaikan Ucapan HUT ke-81 TNI | Golkar Bali Sampaikan Kebutuhan Logistik dan Tegaskan Kesiapan Menuju 2029 47 kunjungan










