Jakarta Timur, Jakarta, menjadi lokasi penggerebekan sebuah rumah dinas TNI di kawasan Cijantung yang diduga digunakan sebagai tempat operasional judi online. Penggerebekan tersebut berlangsung pada Minggu, 4 Oktober 2026, setelah muncul informasi mengenai pemanfaatan bangunan yang semestinya berkaitan dengan kebutuhan kedinasan untuk aktivitas yang melanggar hukum. Hingga informasi awal disampaikan, dugaan itu masih memerlukan pemeriksaan dan pembuktian lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Rumah tersebut disebut milik seorang perwira aktif TNI Angkatan Darat. Berdasarkan keterangan yang beredar, bangunan itu disewakan kepada pihak lain yang diduga menjalankan kegiatan judi online. Penyewaan tersebut menjadi bagian penting dalam penelusuran, terutama untuk mengetahui siapa yang menguasai rumah, bagaimana perjanjian penggunaan dibuat, serta sejauh mana pemilik atau pihak terkait mengetahui aktivitas yang berlangsung di dalamnya. Status kepemilikan, bentuk hubungan sewa, dan peran setiap pihak masih perlu dipastikan melalui proses pemeriksaan resmi.
Peristiwa ini menarik perhatian karena menyangkut rumah dinas dan dugaan aktivitas perjudian berbasis internet yang dapat melibatkan jaringan, perangkat digital, serta aliran dana. Penggerebekan belum dengan sendirinya membuktikan bahwa seluruh dugaan tersebut benar atau menunjukkan keterlibatan pemilik rumah. Karena itu, informasi mengenai barang bukti, pihak yang diamankan, dan hasil pemeriksaan perlu disampaikan secara hati-hati agar tidak mendahului proses hukum. TNI Angkatan Darat juga diharapkan menindaklanjuti temuan tersebut secara tegas, transparan, dan sesuai ketentuan, termasuk memeriksa kemungkinan pelanggaran disiplin, penyalahgunaan fasilitas, maupun keterlibatan pihak lain.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memastikan bahwa dugaan penggunaan rumah dinas TNI sebagai markas judi online akan ditindak tegas apabila terbukti melibatkan anggota TNI. Pernyataan tersebut disampaikan setelah isu mengenai dugaan aktivitas perjudian daring di lingkungan rumah dinas mencuat ke publik dan mendapat perhatian.
Maruli menegaskan, TNI AD tidak akan mengabaikan laporan yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran. Setiap informasi yang disampaikan akan menjadi perhatian dan ditanggapi sesuai dengan kewenangan institusi. Sikap ini menunjukkan bahwa laporan mengenai kemungkinan penyalahgunaan fasilitas kedinasan, termasuk untuk kegiatan perjudian online, perlu ditelusuri secara serius.
Penegasan KSAD tersebut sekaligus memberikan jaminan bahwa dugaan pelanggaran tidak akan dibiarkan tanpa respons. Apabila dalam penelusuran ditemukan anggota TNI yang menjadikan rumah dinas sebagai tempat atau markas kegiatan judi online, tindakan tegas akan dilakukan. Namun, penindakan tersebut tetap didasarkan pada temuan dan pemeriksaan terhadap laporan yang diterima.
Respons Maruli juga menegaskan komitmen TNI AD untuk menjaga penggunaan rumah dinas sesuai peruntukannya serta mempertahankan integritas personel. Fasilitas yang disediakan untuk mendukung tugas dan kehidupan anggota tidak semestinya dikaitkan dengan aktivitas yang melanggar ketentuan. Karena itu, informasi mengenai dugaan penyimpangan menjadi bagian penting dalam pengawasan internal.
TNI AD pada prinsipnya akan menanggapi setiap laporan terkait dugaan pelanggaran yang melibatkan personel maupun fasilitasnya. Pernyataan KSAD tidak hanya berkaitan dengan isu rumah dinas yang diduga menjadi markas judi online, tetapi juga menegaskan bahwa seluruh laporan serupa akan diperlakukan secara serius. Langkah selanjutnya akan bergantung pada hasil penelusuran atas informasi yang diterima.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Maruli menyampaikan sikap TNI terkait dugaan rumah dinas TNI yang digunakan sebagai markas judi online. Pernyataan tersebut disampaikan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu, 7 Oktober 2026. Dalam kesempatan itu, Maruli menegaskan bahwa setiap laporan mengenai dugaan pelanggaran akan menjadi perhatian dan segera ditangani.
Maruli menyatakan, jika memang terdapat laporan, TNI akan menindak tegas pihak yang terbukti terlibat. Ia juga menekankan bahwa respons terhadap laporan tersebut akan dilakukan dengan cepat. Sikap itu menunjukkan bahwa dugaan pelanggaran, termasuk yang berkaitan dengan penggunaan rumah dinas, tidak akan dibiarkan tanpa tindak lanjut.
Inti pernyataan Maruli adalah jaminan bahwa TNI akan merespons secara tegas dan cepat apabila menerima laporan. Ia kembali menegaskan bahwa laporan terkait dugaan pelanggaran akan segera ditangani. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai sikap resmi Maruli dalam menanggapi informasi mengenai dugaan rumah dinas TNI yang dijadikan lokasi kegiatan judi online.
Maruli tidak memberikan uraian lebih lanjut mengenai tahapan penanganan laporan tersebut. Namun, ia memastikan bahwa laporan yang ada akan segera direspons dan ditindaklanjuti. Dengan demikian, penekanan utama dalam pernyataannya terletak pada kecepatan respons serta ketegasan tindakan apabila laporan mengenai dugaan pelanggaran telah diterima.
Aksi penggerebekan di kawasan Cijantung terekam dalam sebuah video yang kemudian beredar luas dan menjadi viral di media sosial. Rekaman tersebut menarik perhatian publik karena memperlihatkan suasana di sebuah rumah dinas TNI yang diduga digunakan untuk mendukung aktivitas perjudian berbasis internet. Potongan video yang beredar menampilkan situasi saat petugas melakukan pemeriksaan di lokasi, meskipun konteks lengkap mengenai waktu perekaman dan rangkaian kejadian sebelum maupun sesudah penggerebekan belum seluruhnya diketahui.
Dalam rekaman itu, terlihat adanya aktivitas yang diduga berkaitan dengan operasional judi online di dalam rumah dinas. Informasi tersebut menjadi salah satu dasar munculnya perhatian terhadap penggunaan fasilitas kedinasan, sekaligus mendorong perlunya pemeriksaan resmi oleh pihak berwenang. Namun, materi video yang beredar di media sosial tidak dengan sendirinya dapat menjadi bukti yang memastikan keterlibatan seseorang ataupun memastikan bentuk pelanggaran yang terjadi.
Hingga informasi yang tersedia, belum terdapat keterangan mengenai hasil penyelidikan secara menyeluruh. Identitas penyewa atau penghuni rumah dinas tersebut juga belum disampaikan. Selain itu, belum ada informasi terverifikasi mengenai jumlah orang yang diamankan dalam penggerebekan, status hukum mereka, maupun tindakan hukum lanjutan setelah pemeriksaan di lokasi.
Karena itu, seluruh informasi mengenai penggunaan rumah dinas tersebut perlu dipahami sebagai dugaan yang masih memerlukan pembuktian. Pihak berwenang perlu menyampaikan hasil pemeriksaan berdasarkan fakta dan prosedur yang berlaku agar publik memperoleh gambaran yang akurat. Beredarnya video viral dapat menjadi perhatian awal, tetapi tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa pihak tertentu telah terbukti bersalah sebelum penyelidikan dan proses hukum memberikan kepastian.











