Jakarta | Taisei Marukawa, winger Dewa United asal Jepang, disebut tinggal menunggu dua tahap lagi dalam proses memperoleh kewarganegaraan Indonesia. Kabar mengenai perkembangan tersebut disampaikan oleh M. Noor Korompot, staf khusus Menteri Hukum, melalui akun Instagram pribadinya. Informasi ini menandai bahwa proses naturalisasi pemain berusia 29 tahun itu telah berjalan melalui sejumlah tahapan, meski masih ada bagian yang perlu diselesaikan sebelum status kewarganegaraannya berubah.
Dalam keterangannya, Korompot menyebut seluruh proses yang telah dijalani Marukawa melalui jalur naturalisasi mandiri sudah terlaksana. Namun, ia belum merinci apa saja dua tahap yang masih tersisa. Karena itu, belum ada keterangan resmi dalam informasi tersebut mengenai bentuk, urutan, maupun durasi tahapan berikutnya. Rincian itu penting untuk membedakan perkembangan yang sudah dipastikan dari hal-hal yang belum diumumkan kepada publik.
Istilah naturalisasi mandiri menunjukkan jalur yang ditempuh Marukawa dalam mengajukan proses kewarganegaraan, tetapi keterangan yang tersedia tidak menjabarkan lebih jauh mekanisme atau persyaratan spesifiknya. Sejauh ini, kabar yang disampaikan Korompot berfokus pada status proses: tahapan yang telah dijalani disebut selesai, sementara dua tahapan lain masih menunggu penyelesaian. Belum ada dasar untuk menyimpulkan kapan seluruh proses akan rampung.
Perkembangan ini turut memunculkan perhatian terhadap kemungkinan Marukawa memperkuat Timnas Indonesia pada masa mendatang. Meski demikian, proses kewarganegaraan dan peluang membela tim nasional merupakan hal yang tidak dapat dianggap otomatis sama. Status naturalisasi yang belum selesai berarti belum ada kepastian perubahan kewarganegaraan, sedangkan informasi yang disampaikan Korompot juga tidak menyebut keputusan atau jaminan terkait pemanggilan ke timnas. Peluang tersebut masih terbuka, tetapi perkembangannya perlu menunggu penyelesaian proses dan keterangan resmi lebih lanjut. Untuk saat ini, publik dapat berpegang pada informasi bahwa dua tahap masih tersisa, tanpa mengasumsikan rincian atau waktu penyelesaiannya.
Korompot menyebut peluang Taisei Marukawa untuk masuk skuad Timnas Indonesia pada Piala Asia 2027 masih terbuka. Kemungkinan tersebut bergantung pada penyelesaian proses naturalisasi yang sedang menjadi perhatian. Dengan demikian, pembicaraan mengenai keikutsertaan Marukawa di turnamen itu berkaitan erat dengan status proses kewarganegaraannya, bukan keputusan pemanggilan yang sudah diumumkan. Pernyataan Korompot memberikan gambaran bahwa opsi tersebut masih dapat dipertimbangkan apabila tahapan yang diperlukan dapat dituntaskan sesuai ketentuan dan waktu yang berlaku.
Ajang yang dimaksud adalah Piala Asia 2027, yang disebut berlangsung pada Januari 2027. Jarak waktu menuju turnamen itu menjadi konteks bagi pernyataan mengenai kemungkinan Marukawa membela Indonesia. Namun, penyebutan Piala Asia dalam kaitan tersebut tidak dapat dimaknai sebagai konfirmasi bahwa ia akan menjadi bagian dari tim. Sampai ada perkembangan resmi mengenai naturalisasinya dan keputusan dari pihak terkait, statusnya tetap sebatas kemungkinan sebagaimana disampaikan Korompot.
Karena itu, penting membedakan peluang untuk masuk skuad dari kepastian pemanggilan ataupun keikutsertaan dalam kompetisi. Korompot tidak menyatakan bahwa Marukawa telah dipastikan bergabung dengan Timnas Indonesia untuk Piala Asia 2027. Ia mengaitkan peluang tersebut dengan selesainya proses naturalisasi, sehingga perkembangan administratif menjadi hal yang perlu ditunggu. Setelah proses itu selesai pun, keikutsertaan pemain dalam sebuah skuad tetap memerlukan keputusan resmi tersendiri. Untuk saat ini, informasi yang tersedia hanya menunjukkan bahwa kesempatan tersebut belum tertutup, dengan catatan proses naturalisasi harus dapat diselesaikan. Pernyataan itu merujuk pada turnamen yang dijadwalkan berlangsung pada Januari 2027, tetapi tidak menjamin pemanggilan Marukawa atau kehadirannya di ajang tersebut. Perkembangan berikutnya akan bergantung pada proses yang berjalan serta pengumuman resmi dari pihak terkait.Perjalanan Taisei Marukawa di sepak bola Indonesia dimulai pada 2021, ketika ia bergabung dengan Persebaya Surabaya. Kehadirannya menjadi bagian dari langkah awal pemain asal Jepang itu membangun karier di luar negaranya. Sejak saat itu, ia menjalani kompetisi sepak bola nasional dan beradaptasi dengan lingkungan klub, rekan setim, serta atmosfer pertandingan di Indonesia. Perjalanannya tersebut kini disebut telah berlangsung sekitar lima tahun, sebuah rentang yang mencakup sejumlah perubahan penting dalam kariernya. Pengalaman bersama beberapa klub membuat namanya terus berada dalam perhatian penggemar sepak bola Indonesia, sekaligus memberi konteks bagi pembahasan mengenai masa depannya di negara ini.
Bersama Persebaya, Marukawa mulai dikenal lebih luas berkat penampilannya di lapangan. Periode di klub Surabaya itu menjadi fase penting yang mengangkat profilnya di kompetisi Indonesia. Penampilannya membuat namanya lekat dengan perjalanan Persebaya dan dikenal oleh suporter klub maupun pengikut liga. Setelah menjalani masa bersama Bajul Ijo, ia melanjutkan karier ke PSIS Semarang. Marukawa membela klub asal Semarang tersebut selama dua musim. Perpindahan itu menandai babak baru dalam kiprahnya, dengan pengalaman bermain di lingkungan klub yang berbeda setelah sebelumnya menghabiskan waktu di Surabaya. Masa bermainnya di PSIS menjadi bagian lanjutan dari perjalanan profesional yang telah ia bangun di Indonesia sejak 2021.
Pada 2024, Marukawa kemudian bergabung dengan Dewa United. Kepindahan tersebut meneruskan kariernya di kompetisi nasional dan memperpanjang keterlibatannya dalam sepak bola Indonesia. Dengan demikian, perjalanan klubnya di Indonesia mencakup Persebaya Surabaya, PSIS Semarang, lalu Dewa United. Marukawa lahir di Hiroshima, Jepang, pada 30 Januari 1997. Berdasarkan informasi yang disebutkan, usianya kini 29 tahun. Latar asal Jepang dan pengalaman beberapa tahun bermain di Indonesia menjadi bagian dari profilnya, sementara perjalanan dari satu klub ke klub lain memperlihatkan kesinambungan kariernya di liga setempat. Riwayat tersebut juga menjelaskan mengapa namanya terus dibicarakan dalam konteks sepak bola Indonesia, termasuk ketika peluang untuk melanjutkan kiprah di level yang lebih tinggi menjadi perhatian publik.
Taisei Marukawa sebelumnya menyampaikan bahwa dokumen yang diperlukan untuk mengajukan naturalisasi telah diserahkan. Setelah tahap pengumpulan berkas tersebut, ia masih menunggu persetujuan dari pihak terkait sebelum prosesnya dapat berlanjut. Keterangan itu dipublikasikan i.League pada 7 Oktober 2026. Dengan demikian, permohonan kewarganegaraan Marukawa belum dapat dianggap selesai: keputusan dan tahapan berikutnya masih bergantung pada proses yang berlaku serta penilaian instansi berwenang. Situasi ini menjelaskan mengapa peluangnya untuk menjadi warga negara Indonesia masih terbuka, tetapi belum bisa dipastikan.
Keinginan Marukawa untuk menjadi WNI juga memiliki alasan pribadi. Ia mengaku merasa nyaman tinggal di Indonesia dan memiliki impian untuk mengenakan seragam Timnas Indonesia. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa rencananya tidak semata-mata berkaitan dengan kebutuhan atau kepentingan dalam karier sepak bola. Pengalaman hidupnya di Indonesia dan keinginannya membela tim nasional menjadi bagian dari motivasi yang ia sampaikan. Meski demikian, impian tampil untuk Indonesia tetap berbeda dari kepastian bisa memperkuat tim nasional, karena proses kewarganegaraan dan kelayakan membela tim harus mengikuti ketentuan masing-masing.
Dalam konteks hukum yang disebut terkait jalur mandiri, proses naturalisasi mengacu pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Salah satu persyaratan yang disebut adalah pemohon telah tinggal di Indonesia sekurang-kurangnya lima tahun secara berturut-turut atau sepuluh tahun secara tidak berturut-turut. Ketentuan masa tinggal itu bukan satu-satunya hal yang harus dipenuhi; terdapat persyaratan lain yang juga perlu diperhatikan dalam pengajuan. Karena itu, penyerahan dokumen merupakan bagian dari proses, bukan jaminan bahwa permohonan akan langsung disetujui. Perkembangan Marukawa masih menunggu keputusan pihak terkait, sementara peluangnya untuk mengenakan seragam Timnas Indonesia bergantung pada terpenuhinya ketentuan kewarganegaraan dan aturan sepak bola yang berlaku.
Baca juga: Peluang Xiaomi Luncurkan Mobil Listrik di Indonesia | Industri Florikultura: Peluang Ekonomi Hijau Indonesia | Nikmati Malam Jakarta di Lima Taman Terbuka










