JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 30 September 2026, Pada tanggal 23 September 2026, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mengukir prestasi penting dengan pengumuman bahwa The Telkom Hub telah resmi mencapai status net zero emission untuk cakupan emisi 1 dan 2. Pencapaian ini merupakan hasil dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mengurangi jejak karbonnya dan melaksanakan inisiatif dekarbonisasi yang menyeluruh. Dalam upaya ini, PT Telkom Indonesia telah menerapkan berbagai strategi efisiensi energi dan teknologi ramah lingkungan sebagai bagian dari visi korporatnya.
Pencapaian net zero emission ini diharapkan tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga meningkatkan citra perusahaan sebagai pemimpin dalam industri telekomunikasi yang berkelanjutan. Dengan meminimalkan emisi karbon, perusahaan berharap dapat memenuhi regulasi yang semakin ketat terkait lingkungan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemangku kepentingan. Pengumuman ini juga menunjukkan dedikasi Telkom Indonesia dalam mendukung pemerintah dan masyarakat dalam mencapai target emisi yang lebih rendah.
Seremoni penyerahan sertifikat pengurangan emisi, yang diadakan di Jakarta, menjadi momen yang berarti bagi seluruh jajaran manajemen dan karyawan Telkom Indonesia. Acara ini menandai langkah konkret perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Dengan pencapaian ini, Telkom Indonesia tidak hanya menetapkan standar tinggi bagi diri sendiri, tetapi juga menginspirasi perusahaan lain untuk mengikuti jejak serupa dalam memperjuangkan kelestarian lingkungan.
Melalui upaya ini, Telkom Indonesia berkomitmen untuk terus berinovasi dan mencari solusi yang lebih baik dalam mengatasi tantangan perubahan iklim. Pencapaian di The Telkom Hub menjadi langkah awal yang signifikan untuk mengadopsi praktik berkelanjutan secara lebih luas dalam operasi dan pelayanan kepada pelanggan, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan di sekitarnya.
Telkom Group telah merumuskan rencana yang komprehensif untuk menurunkan emisi secara bertahap, dengan tujuan ambisius mencapai net zero emissions 100 persen pada tahun 2060. Rencana ini merupakan bagian integral dari komitmen perusahaan untuk menerapkan strategi keberlanjutan yang lebih luas. Upaya ini tidak hanya berfokus pada pengurangan emisi gas rumah kaca, tetapi juga mencakup berbagai inisiatif lain yang mendukung keberlanjutan lingkungan.
Pada tahap awal, Telkom Group akan melakukan analisis mendalam terhadap sumber emisi utama yang dihasilkan dari operasionalnya. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang jejak karbon mereka, perusahaan akan dapat mengidentifikasi area mana yang membutuhkan tindakan perbaikan segera. Salah satu pendekatan yang digunakan dalam rencana ini adalah implementasi teknologi hijau dan energi terbarukan. Melalui penggunaan energi ramah lingkungan, seperti solar dan angin, Telkom berharap dapat mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil.
Selain itu, Telkom Group juga akan melibatkan mitra dan pemangku kepentingan untuk menciptakan sinergi dalam mencapai target emisi tersebut. Kerjasama dengan pihak eksternal, termasuk pemerintah dan organisasi non-pemerintah, sangat penting untuk memastikan bahwa upaya yang dilakukan mampu memberikan dampak yang signifikan. Pelibatan komunitas dalam program keberlanjutan juga akan menjadi fokus, sehingga masyarakat dapat berkontribusi dalam mengurangi emisi di lingkungan mereka masing-masing.
Secara keseluruhan, rencana penurunan emisi berjenjang ini menggambarkan komitmen Telkom Group untuk menghadapi tantangan perubahan iklim dengan bertanggung jawab. Dengan penetapan sasaran yang jelas dan rencana aksi yang terukur, perusahaan tidak hanya menunjukkan tanggung jawab korporasi, tetapi juga berupaya menjadi teladan dalam industri telekomunikasi untuk keberlanjutan jangka panjang.
Dalam upaya mendukung inisiatif dekarbonisasi, Telkom Indonesia dan anak perusahaannya, Neutradc, telah melakukan langkah-langkah strategis untuk mengurangi jejak karbon mereka. Salah satu tindakan signifikan yang diambil adalah pembelian lebih dari 45 ribu unit Renewable Energy Certificate (REC) yang dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga air. Penggunaan energi terbarukan ini tidak hanya menunjukkan komitmen Telkom dalam menjaga lingkungan, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap keberlanjutan sektor energi di Indonesia.
Pembangkit listrik tenaga air yang digunakan untuk menghasilkan REC adalah contoh nyata dari sumber energi yang bersih dan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia, Telkom berupaya untuk memenuhi kebutuhan energi sambil meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan. Hal ini sejalan dengan tren global yang semakin mengarah pada penerapan solusi energi yang lebih hijau dan efisien.
Di samping itu, wilayah The Telkom Hub juga telah menerapkan teknologi ramah lingkungan melalui penerangan jalan umum tenaga surya. Instalasi ini mampu memberikan pencahayaan yang efektif dengan menghemat konsumsi listrik secara signifikan. Dengan memanfaatkan energi matahari, Telkom turut berkontribusi dalam mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan mempromosikan penggunaan sumber energi terbarukan di masyarakat.
Inisiatif-inisiatif tersebut mencerminkan komitmen Telkom Indonesia untuk tidak hanya beradaptasi dengan tantangan lingkungan, tetapi juga untuk memimpin perubahan menuju praktik bisnis yang lebih berkelanjutan. Dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan dan berinvestasi dalam energi terbarukan, Telkom berpotensi menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam mencapai target emisi nol di masa depan.
Telkom Indonesia telah menunjukkan komitmennya yang kuat untuk mengurangi emisi karbon melalui peningkatan efisiensi energi di gedung-gedung operasionalnya. Salah satu teknologi yang diadopsi adalah Building Management System (BMS), yang menjadi pionir dalam mengelola konsumsi energi secara lebih efektif. Sistem ini memungkinkan pengawasan dan pengendalian berbagai elemen seperti pencahayaan, iklim, serta sistem kelistrikan dengan tujuan mengoptimalkan konsumsi energi.
Dengan menerapkan BMS, Telkom Indonesia dapat memantau penggunaan energi secara real-time dan menjadwalkan pengaturannya sesuai dengan kebutuhan aktual. Ini tidak hanya membantu dalam mengurangi pemborosan energi, tetapi juga mendukung perusahaan dalam mencapai tujuan keberlanjutan dan menurunkan jejak karbon. Selain itu, BMS juga memberikan analisis data yang mendalam yang memungkinkan perusahaan untuk mengidentifikasi area-area di mana efisiensi dapat ditingkatkan lebih lanjut.
Teknologi ini tidak hanya berdampak positif pada lingkungan tetapi juga membawa keuntungan ekonomi bagi perusahaan. Pengurangan biaya energi yang signifikan dapat tercapai melalui pemanfaatan teknologi yang canggih ini. Dengan meminimalkan penggunaan energi dalam operasional sehari-hari, Telkom Indonesia berupaya untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan tanpa mengorbankan kualitas atau efisiensi layanan yang diberikan kepada masyarakat.
Secara keseluruhan, pemanfaatan Building Management System merupakan langkah strategis yang diambil oleh Telkom Indonesia untuk mengoptimalkan efisiensi energi di gedung-gedung operasional. Melalui teknologi ini, perusahaan tidak hanya berkomitmen untuk mengelola sumber daya dengan lebih bijaksana, tetapi juga berkontribusi pada upaya global untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.










