Kabupaten Sidoarjo | Kementerian Pekerjaan Umum membangun kembali Pondok Pesantren Al-Khoziny yang berada di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Pekerjaan tersebut dilakukan setelah gedung pesantren tiga lantai ambruk pada September 2025. Upaya pembangunan kembali ini menjadi langkah untuk menghadirkan kembali fasilitas pendidikan bagi lingkungan pesantren, sekaligus mendukung kegiatan belajar para santri. Informasi yang tersedia tidak merinci penyebab peristiwa ambruk maupun dampaknya, sehingga perhatian pada tahap ini tertuju pada proses pemulihan dan penyediaan kembali sarana pendidikan.
Pembangunan kembali pesantren menunjukkan peran pemerintah dalam mendukung tersedianya lingkungan belajar yang layak. Fasilitas pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar, tetapi juga menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari di lembaga pendidikan. Karena itu, pembangunan kembali diharapkan dapat menyediakan ruang yang mendukung kegiatan pendidikan dan aktivitas pesantren. Pelaksanaan pekerjaan oleh Kementerian PU menjadi bagian dari upaya untuk mengembalikan fungsi sarana pendidikan di lokasi tersebut, dengan kebutuhan pembelajaran sebagai salah satu pertimbangan utama.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo berpandangan bahwa fasilitas pendidikan yang memadai penting untuk mendukung proses pembelajaran dan pembentukan sumber daya manusia. Pandangan tersebut menempatkan kualitas sarana sebagai unsur yang berkaitan dengan kesempatan peserta didik untuk belajar dan berkembang. Dalam konteks Pondok Pesantren Al-Khoziny, pembangunan kembali menjadi upaya untuk mendukung keberlanjutan kegiatan pendidikan melalui tersedianya fasilitas yang dapat digunakan secara layak. Dukungan terhadap lingkungan belajar juga memiliki arti bagi pembentukan generasi yang berpengetahuan dan memiliki kemampuan. Dengan demikian, pekerjaan di Buduran bukan semata pembangunan fisik, melainkan bagian dari dukungan terhadap fungsi pendidikan pesantren dan pengembangan sumber daya manusia di masa mendatang.
Pembangunan kembali Ponpes Al-Khoziny menghadirkan fasilitas utama yang dirancang untuk menunjang kehidupan santri secara menyeluruh. Di bangunan yang disiapkan adalah gedung asrama sekaligus ruang pendidikan setinggi lima lantai, serta masjid yang memiliki empat lantai. Kehadiran fasilitas-fasilitas tersebut menjadi bagian penting dari penataan lingkungan pesantren, agar kebutuhan tempat tinggal, kegiatan belajar mengajar, dan pembinaan spiritual dapat berlangsung dalam satu kawasan yang terpadu.
Gedung lima lantai itu menggabungkan fungsi hunian dan pendidikan. Dengan rancangan tersebut, santri dapat menjalani rutinitas belajar dan tinggal di lingkungan yang sama, sementara kegiatan pendidikan dapat ditata secara lebih terpusat. Penggabungan fungsi ini juga mendukung kesinambungan aktivitas harian di asrama dan proses pembelajaran. Masjid empat lantai melengkapi kawasan sebagai ruang ibadah dan pembinaan keagamaan, sehingga unsur spiritual tetap menjadi bagian dari kehidupan pesantren sehari-hari.
Secara keseluruhan, kapasitas gedung pesantren dirancang hingga 929 orang. Jumlah tersebut mencakup santri dari jenjang ibtidaiyah, tsanawiyah, dan aliyah, serta para ustaz. Kapasitas itu menunjukkan bahwa fasilitas baru direncanakan untuk melayani komunitas pesantren yang terdiri atas beberapa tingkat pendidikan dan tenaga pengajar. Penyediaan ruang yang memadai diharapkan dapat mendukung aktivitas mereka dalam satu lingkungan, dengan fungsi hunian, pendidikan, dan ibadah yang saling melengkapi.
Untuk kegiatan pembelajaran, ruang belajar disiapkan agar dapat menampung total 792 orang. Angka ini menjadi bagian dari perencanaan kapasitas fasilitas pendidikan di kompleks tersebut, berdampingan dengan daya tampung keseluruhan gedung hingga 929 orang. Penataan ruang belajar dan asrama di dalam lingkungan yang sama memberi dasar bagi penyelenggaraan kegiatan pesantren secara terintegrasi. Dengan dukungan masjid bertingkat, kawasan ini dirancang bukan hanya sebagai tempat tinggal dan belajar, tetapi juga sebagai ruang pembinaan spiritual bagi santri serta lingkungan pendidikan yang mendukung kegiatan para ustaz.
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Timur, Gusti Agung Ari Wibowo, menjelaskan bahwa masjid yang dibangun kembali di lingkungan Ponpes Al-Khoziny dirancang memiliki empat lantai dengan kapasitas keseluruhan 1.160 jamaah. Lantai pertama dapat menampung 302 jamaah, sedangkan lantai kedua, ketiga, dan keempat masing-masing dirancang untuk 286 jamaah. Pembagian ini mengatur daya tampung di setiap tingkat sekaligus menyediakan ruang ibadah yang memadai bagi warga pesantren dan jamaah. Kapasitas tersebut menjadi acuan dalam perencanaan ruang serta penataan fungsi bangunan, sehingga pemanfaatan empat lantai dapat mendukung kegiatan peribadatan secara tertib dan terencana.
Desain teknis masjid mencakup unsur konstruksi dari bagian bawah hingga kelengkapan bangunan. Pada bagian fondasi, perencanaan meliputi tiang pancang dan pile cap, yang menjadi tumpuan bagi struktur di atasnya. Rancangan juga mencakup struktur atas dan pekerjaan arsitektur, serta sistem mekanikal, elektrikal, dan perpipaan atau MEP. Seluruh unsur tersebut perlu direncanakan secara terpadu agar fungsi ruang, kebutuhan operasional, dan ketentuan teknis bangunan dapat saling mendukung. Menurut keterangan Gusti Agung, cakupan desain itu menjadi dasar dalam pelaksanaan pembangunan, termasuk ketika pekerjaan berpindah dari fondasi ke struktur, lalu ke penyelesaian ruang dan instalasi.
Tahapan pekerjaan dimulai dengan penyiapan lahan, dilanjutkan pemasangan tiang pancang, kemudian pengecoran fondasi dan pile cap. Setelah fondasi dikerjakan, pembangunan berlanjut ke struktur atas dan pekerjaan arsitektur. Tahap berikutnya meliputi pemasangan sistem MEP, sebelum dilakukan pengujian dan commissioning terhadap bangunan serta instalasinya. Urutan ini membantu memastikan setiap bagian dikerjakan sesuai rancangan dan dapat diperiksa sebelum tahap selanjutnya berjalan. Pengujian dan commissioning berperan untuk menilai fungsi sistem yang terpasang, sementara pemeriksaan keseluruhan mendukung verifikasi bahwa bangunan memenuhi persyaratan teknis dan kelayakan. Dengan demikian, masjid diharapkan siap digunakan setelah seluruh pekerjaan dan pemeriksaan yang diperlukan diselesaikan.
Proyek pembangunan kembali Pondok Pesantren Al-Khoziny berlangsung di atas lahan seluas 4.100 meter persegi. Area tersebut menjadi lokasi penataan kembali fasilitas pendidikan pesantren setelah proses konstruksi dimulai pada Desember 2025. Pelaksanaan pekerjaan di kawasan ini diarahkan untuk menghadirkan lingkungan yang mendukung kegiatan belajar mengajar, kehidupan asrama, serta kegiatan ibadah. Dalam pembangunan kembali ini, berbagai pekerjaan konstruksi dilakukan secara bertahap agar rencana fasilitas dapat diwujudkan pada area yang telah ditetapkan. Ketersediaan lahan tersebut menjadi bagian penting dalam pengaturan bangunan dan ruang pendukung yang diperlukan bagi kegiatan pesantren.
Hingga perkembangan terbaru, capaian pekerjaan konstruksi telah mencapai 98,77 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa proyek telah memasuki tahap akhir, dengan sebagian besar lingkup pekerjaan yang direncanakan telah ditangani. Meski demikian, persentase progres itu tidak berarti seluruh fasilitas sudah dapat digunakan. Pekerjaan masih perlu diselesaikan sesuai tahapan, termasuk memastikan hasil pembangunan memenuhi kebutuhan dan fungsi setiap bagian. Pemantauan terhadap kemajuan proyek tetap penting agar sisa pekerjaan dapat dikelola dengan baik dan target penyelesaian dapat dicapai tanpa mengabaikan mutu konstruksi.
Pada fase akhir ini, perhatian diarahkan pada penyelesaian seluruh pekerjaan yang masih tersisa. Setiap fasilitas direncanakan untuk mendukung peruntukannya masing-masing, baik sebagai ruang pendidikan, tempat tinggal santri, maupun sarana ibadah. Karena itu, penyelesaian konstruksi menjadi tahapan penting sebelum fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan. Progres yang telah mendekati rampung memberikan gambaran kemajuan proyek, tetapi penyelesaian secara menyeluruh tetap menjadi prioritas. Informasi mengenai capaian ini juga perlu dipahami sebagai perkembangan pekerjaan, bukan penanda bahwa bangunan telah dibuka atau kegiatan di dalamnya telah dimulai.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan pembangunan kembali Ponpes Al-Khoziny dapat dirampungkan pada Desember 2026. Target tersebut menjadi acuan bagi penyelesaian pekerjaan hingga seluruh fasilitas yang direncanakan siap sesuai fungsinya.
Baca juga: Respons Dampak Kemarau, Lanud Sjamsudin Noor Kembali Salurkan Air Bersih untuk Warga | Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih Tercatat Selesai di Jawa Timur | Rekayasa Lalu Lintas di Kebon Jeruk Dampak Pembangunan Jembatan 146 kunjungan










