Jakarta | Direktur Aplikasi Pemerintah Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Yessi Arnaz Ferari, mengimbau masyarakat untuk memeriksa alamat situs sebelum mendaftar atau mengakses layanan perlindungan sosial (perlinsos) digital. Langkah tersebut penting agar warga terhubung dengan layanan pemerintah yang benar dan tidak keliru memasukkan data melalui laman yang tidak resmi. Imbauan ini disampaikan Yessi di kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, pada Kamis.
Yessi menjelaskan bahwa layanan pemerintah menggunakan domain .go.id. Untuk layanan Perlinsos digital, alamat resmi yang tersedia adalah perlinsos.kemensos.go.id. Masyarakat dapat mengetik alamat tersebut secara langsung atau memeriksa ejaan domain dengan cermat sebelum membuka laman dan mengisi informasi. Perbedaan kecil pada nama alamat dapat mengarahkan pengguna ke situs lain, sehingga verifikasi perlu dilakukan sejak awal.
Menurut Yessi, sejauh ini tidak ada situs alternatif untuk layanan tersebut. Karena itu, warga sebaiknya tidak menganggap laman lain sebagai kanal pendaftaran resmi hanya karena tampilan atau namanya menyerupai layanan pemerintah. Bila menerima tautan melalui pesan, unggahan media sosial, atau sumber lain, periksa terlebih dahulu apakah alamat tujuan benar-benar menggunakan domain resmi yang telah disebutkan. Hindari memasukkan data pribadi sebelum memastikan hal tersebut.
Pemeriksaan alamat merupakan kebiasaan sederhana yang dapat membantu masyarakat mengakses informasi dan layanan dengan lebih aman. Selain melihat domain, pengguna perlu memperhatikan karakter dalam alamat situs dan memastikan halaman yang dibuka sesuai dengan tujuan layanan. Jika masih ragu, jangan meneruskan proses pendaftaran melalui tautan yang belum terverifikasi. Warga dapat kembali ke alamat resmi Perlinsos digital untuk memastikan bahwa mereka berada di kanal yang tepat.
Penegasan mengenai satu alamat resmi ini juga membantu mencegah kebingungan saat masyarakat mencari layanan perlindungan sosial secara daring. Dengan mengenali domain .go.id dan menyimpan alamat perlinsos.kemensos.go.id, pengguna memiliki acuan yang jelas sebelum mengakses layanan. Masyarakat diharapkan berhati-hati terhadap klaim adanya situs Perlinsos lain, serta memastikan setiap langkah pendaftaran dilakukan melalui alamat yang telah dikonfirmasi oleh pemerintah.
Kewaspadaan menjadi penting ketika masyarakat menerima informasi mengenai layanan perlindungan sosial digital. Tautan yang tampak berkaitan dengan bantuan sosial belum tentu berasal dari saluran resmi. Jika warga kurang teliti sebelum membuka tautan atau mengikuti informasi yang diterima, tautan phishing dapat mengelabui mereka. Risiko ini perlu dipahami agar upaya mencari informasi tentang bantuan tidak justru membuat masyarakat menghadapi kerugian yang lebih besar.
Alih-alih memperoleh akses ke bantuan sosial, warga yang terjebak tautan palsu berisiko kehilangan data pribadi yang penting. Informasi pribadi tersebut perlu dijaga, sehingga masyarakat sebaiknya tidak terburu-buru mengeklik tautan yang beredar. Ketelitian dalam memeriksa alamat layanan dan asal informasi merupakan langkah mendasar sebelum mengambil tindakan. Dengan memastikan sumbernya benar, warga dapat mengurangi risiko memberikan data melalui kanal yang tidak dapat dipastikan keasliannya.
Peringatan Yessi menekankan agar masyarakat tidak sembarang mengeklik tautan dan memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber yang benar. Pesan ini bukan berarti warga harus mengabaikan informasi mengenai perlindungan sosial, melainkan mendorong mereka untuk memeriksanya secara cermat. Saat menemukan tautan terkait layanan digital, warga perlu menahan diri untuk tidak langsung membukanya sebelum memastikan alamat yang digunakan sesuai dengan layanan resmi. Sikap hati-hati membantu menjaga data pribadi tetap aman sekaligus mencegah warga terkecoh oleh informasi yang tidak jelas asalnya. Jika sumber informasi belum dapat dipastikan, masyarakat sebaiknya tidak menggunakan tautan tersebut untuk mengakses layanan atau menyerahkan data pribadi. Memeriksa alamat dan keaslian sumber lebih dahulu adalah tindakan sederhana yang sejalan dengan imbauan tersebut. Dengan demikian, perhatian tidak hanya tertuju pada peluang memperoleh bantuan, tetapi juga pada keamanan informasi yang digunakan dalam prosesnya. Warga perlu membedakan informasi yang terverifikasi dari tautan yang hanya tampak meyakinkan, serta menjadikan pemeriksaan sumber sebagai kebiasaan sebelum mengeklik. Langkah tersebut menjaga masyarakat agar tidak mengambil keputusan tergesa-gesa saat berhadapan dengan layanan perlindungan sosial digital.
Pembaruan mengenai perlindungan sosial (Perlinsos) digital sebaiknya diperiksa melalui kanal daring resmi Kementerian Sosial (Kemensos). Kemensos merupakan penanggung jawab utama program bantuan sosial, sehingga kanal kementerian menjadi rujukan penting untuk memastikan informasi yang diterima warga sesuai dengan pengumuman resmi. Sebelum mengikuti arahan terkait pendaftaran, pengecekan status, atau pencairan bantuan, warga dapat membuka akun media sosial Kemensos dan menelusuri unggahan terbaru yang relevan. Langkah sederhana ini membantu membedakan informasi program dari pesan yang hanya beredar melalui grup percakapan atau akun yang tidak jelas pengelolanya.
Kanal yang disebutkan untuk memperoleh informasi tersebut lain akun Instagram @kemensosri dan akun X @kemensosri. Warga dapat mencari akun dengan nama pengguna itu secara langsung, lalu memastikan bahwa akun yang dibuka benar-benar kanal resmi kementerian, bukan akun tiruan dengan nama, foto profil, atau tampilan yang dibuat menyerupai aslinya. Periksa pula isi pengumuman dan konteksnya, termasuk tanggal unggahan serta kesesuaian informasi dengan publikasi lain dari Kemensos. Jika sebuah pesan mengaku berasal dari kementerian tetapi tidak dapat ditemukan pada kanal resminya, jangan terburu-buru mempercayai atau menyebarkannya.
Memeriksa alamat dan sumber informasi resmi juga mengurangi risiko mengeklik tautan keliru. Tautan palsu dapat mengarahkan pengguna ke laman yang meniru layanan pemerintah, meminta data pribadi, atau mendorong warga memberikan informasi sensitif kepada pihak yang tidak berwenang. Karena itu, hindari mengisi formulir atau mengirimkan dokumen hanya berdasarkan pesan yang diteruskan, terutama jika disertai desakan, janji bantuan tertentu, atau permintaan data yang tidak jelas. Ketika menemukan tautan layanan, cocokkan terlebih dahulu dengan keterangan yang dipublikasikan Kemensos. Jika masih ragu, akses kanal kementerian secara mandiri dan cari petunjuk terbaru di sana. Kebiasaan memeriksa sumber membantu menjaga keamanan data sekaligus mencegah warga mengikuti prosedur yang salah.
Yessi mengajak warga yang memiliki kecakapan dan literasi digital untuk ikut mengambil peran sebagai agen Perlinsos. Ajakan tersebut disampaikan seiring peluncuran Gerakan Nasional Peduli Tetangga oleh Kementerian Sosial. Melalui gerakan ini, masyarakat dapat membantu lingkungan sekitar memahami dan mengakses layanan perlindungan sosial digital, terutama warga yang belum terbiasa menggunakan layanan daring.
Peran agen tidak terbatas pada memberikan informasi. Pendampingan secara sukarela dapat dilakukan dengan membantu tetangga memahami tahapan pendaftaran, menyiapkan informasi yang diperlukan, serta menggunakan kanal layanan yang tepat. Jika warga merasa data atau hasil yang diterima tidak sesuai, agen juga dapat membantu menjelaskan cara mengajukan sanggahan. Dengan demikian, dukungan diberikan agar warga dapat menjalani proses secara mandiri, bukan mengambil alih keputusan atau mengurus data tanpa persetujuan.
Gerakan ini terbuka bagi seluruh masyarakat Indonesia yang bersedia membantu dan memiliki kemampuan menggunakan perangkat digital. Tidak harus menunggu menjadi ahli teknologi; kesediaan untuk mendampingi dengan sabar, menjelaskan langkah demi langkah, dan menjaga kerahasiaan informasi pribadi juga penting. Warga yang berminat dapat mendaftarkan diri melalui situs resmi agen-pelinsos.kemensos.go.id. Sebelum memasukkan data, calon agen sebaiknya memastikan alamat situs ditulis dengan benar dan menggunakan kanal resmi untuk menghindari tautan atau pihak yang tidak dapat dipastikan keabsahannya.
Kehadiran pendamping di tingkat lingkungan diharapkan memperluas pemahaman masyarakat sekaligus mengurangi hambatan dalam menggunakan layanan digital.
Baca juga: Perubahan Rute Layanan Bus TransJakarta untuk Warga Rusun | Aksi Buruh di Depan Gedung DPR Memengaruhi Layanan Transjakarta | Tantangan yang Dihadapi Industri Aset Digital di Indonesia










