JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 2 Oktober 2026, Hasil survei Segara Research Institute menunjukkan bahwa keterbatasan akses terhadap pekerjaan formal menjadi alasan utama sebagian besar pengemudi ojek online bergabung dalam pekerjaan gig atau pekerjaan berbasis platform digital. Sebanyak 73,8 persen responden menyatakan mereka memilih menjadi pengemudi ojol karena tidak memperoleh pekerjaan formal. Angka ini menempatkan persoalan kesempatan kerja sebagai latar penting dalam membaca pertumbuhan layanan transportasi daring di Indonesia.
Namun, angka 73,8 persen tersebut secara khusus merujuk pada kelompok pengemudi ojek online dan taksi daring yang menjadi bagian dari responden survei. Temuan itu tidak dapat langsung digeneralisasi kepada seluruh pekerja gig atau semua mitra platform digital di berbagai sektor. Penegasan mengenai cakupan responden penting agar data dipahami secara tepat: persentase tersebut menggambarkan alasan bergabung dari kelompok pengemudi yang disurvei, bukan ukuran keseluruhan populasi pekerja informal.
Temuan survei ini memperlihatkan bahwa keputusan menjadi mitra platform bukan semata-mata didorong oleh preferensi terhadap fleksibilitas waktu, kemandirian, atau peluang memperoleh pendapatan tambahan. Bagi banyak pengemudi yang disurvei, pekerjaan tersebut hadir sebagai pilihan ketika jalur menuju pekerjaan formal sulit diakses. Dengan demikian, platform digital berfungsi sebagai pintu masuk ke aktivitas ekonomi bagi warga yang belum mendapatkan pekerjaan dengan hubungan kerja formal.
Data tersebut juga menggambarkan hubungan erat kondisi pasar kerja dan berkembangnya pekerjaan berbasis aplikasi. Ketika kesempatan kerja formal terbatas, pekerjaan sebagai pengemudi ojol atau taksi daring dapat dipandang lebih mudah dimasuki karena proses pendaftaran relatif sederhana dan tidak selalu mensyaratkan kualifikasi akademik tertentu. Inti pemberitaan dari survei Segara Research Institute terletak pada hubungan tersebut: keterbatasan pekerjaan formal turut mendorong warga memilih menjadi mitra platform digital. Oleh karena itu, pertumbuhan sektor gig perlu dipahami bukan hanya sebagai perubahan cara bekerja, melainkan juga sebagai cerminan tantangan dalam penyediaan lapangan kerja formal.
Survei Segara Research mengenai pekerja gig dilakukan untuk memotret kondisi kerja masyarakat yang mengandalkan pekerjaan berbasis platform digital. Pengumpulan data melibatkan 506 pekerja gig yang tersebar di lima kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, dan Makassar. Cakupan wilayah tersebut memberikan gambaran mengenai pengalaman pekerja gig di sejumlah pusat aktivitas ekonomi dan perkotaan yang berbeda.
Pelaksanaan survei berlangsung pada Agustus–September 2026. Periode ini menjadi dasar pengumpulan informasi yang kemudian digunakan untuk memahami keterbatasan kerja formal serta faktor yang mendorong warga memilih atau menjalani pekerjaan gig. Dalam konteks survei, pekerja gig merujuk pada individu yang memperoleh penghasilan melalui pekerjaan berbasis tugas atau layanan, termasuk pekerjaan yang difasilitasi oleh platform digital.
Dari keseluruhan responden, sebanyak 175 orang merupakan mitra pengemudi ojek online dan taksi daring. Kelompok ini menjadi bagian penting dalam cakupan survei karena layanan transportasi berbasis aplikasi merupakan salah satu bentuk pekerjaan gig yang banyak dikenal masyarakat. Data tersebut dicantumkan sebagai bagian dari profil responden, tanpa mengurangi cakupan survei yang juga melibatkan pekerja gig di luar kategori pengemudi.
Hasil survei itu dirilis oleh Segara Research Institute di Jakarta pada Jumat, 2 Oktober 2026. Rilis tersebut menyampaikan temuan berdasarkan jawaban para responden dari lima kota dan periode pelaksanaan yang telah ditetapkan. Dengan cakupan 506 pekerja gig, survei ini menyediakan dasar data untuk membahas hubungan terbatasnya kesempatan kerja formal dan meningkatnya keterlibatan warga dalam pekerjaan gig. Informasi mengenai lokasi, waktu pelaksanaan, serta jumlah responden menjadi konteks penting dalam membaca temuan survei secara tepat.
Temuan survei Segara Research memperlihatkan bahwa keputusan untuk bekerja di sektor gig berkaitan dengan pengalaman responden dalam mengakses pekerjaan formal. Pada seluruh responden yang mengikuti survei, sebanyak 40,3 persen menyatakan memilih pekerjaan gig karena tidak mendapatkan pekerjaan formal. Angka ini menunjukkan bahwa bagi sebagian responden, pekerjaan berbasis platform menjadi pilihan ketika kesempatan untuk memperoleh pekerjaan formal belum tersedia atau belum berhasil didapatkan.
Gambaran tersebut diperkuat oleh jawaban responden mengenai pengalaman kerja sebelumnya. Sebanyak 57,3 persen responden mengaku tidak pernah bekerja di sektor formal. Data ini menggambarkan bahwa lebih dari separuh responden tidak memiliki pengalaman bekerja dalam sektor formal sebelum atau hingga saat survei dilakukan. Temuan tersebut menjadi bagian penting untuk memahami latar belakang masyarakat yang menjalankan pekerjaan gig, tanpa mengesampingkan kemungkinan adanya alasan lain yang tidak dirinci dalam angka tersebut.
Secara umum, hasil survei menunjukkan bahwa pekerjaan gig merupakan salah satu pilihan bagi masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses terhadap lapangan kerja formal. Pilihan itu tercermin dari proporsi responden yang menyebut tidak mendapatkan pekerjaan formal serta proporsi mereka yang belum pernah bekerja di sektor formal. Namun, angka-angka tersebut perlu dibaca sesuai konteks pernyataan sumber. Data itu tidak dengan sendirinya menjelaskan seluruh alasan seseorang memilih pekerjaan gig, maupun menggambarkan kondisi setiap pekerja secara umum. Temuan survei terutama memberikan gambaran mengenai hubungan keterbatasan akses terhadap pekerjaan formal dan keputusan sebagian responden untuk bekerja melalui platform atau pola kerja gig.
Dalam survei Segara Research, istilah pekerja gig merujuk pada kelompok pekerja yang memperoleh penghasilan melalui pekerjaan fleksibel, sementara, atau berdasarkan permintaan tertentu. Sebagian dari pekerjaan tersebut bergantung pada platform digital yang mempertemukan penyedia jasa dengan pelanggan. Karena itu, pekerja gig tidak hanya merujuk pada pengemudi ojek online, tetapi mencakup beragam profesi dengan pola kerja dan layanan yang berbeda.
Jenis pertama ialah pekerja lepas atau freelancer. Mereka menawarkan keahlian, seperti penulisan, desain, penerjemahan, pemrograman, fotografi, dan konsultasi, melalui situs atau aplikasi digital. Pekerjaan biasanya dilaksanakan berdasarkan proyek, kesepakatan waktu, atau permintaan klien, sehingga pendapatan dapat berubah sesuai jumlah kontrak yang diperoleh.
Kelompok berikutnya adalah pengemudi ojek online yang menyediakan layanan transportasi penumpang maupun pengantaran makanan. Dalam ekosistem yang sama terdapat kurir logistik, yaitu pekerja yang mengambil dan mengirimkan barang melalui aplikasi. Kedua profesi ini kerap menjadi contoh paling dikenal karena aktivitasnya terlihat langsung dalam kehidupan sehari-hari. Namun, keduanya merupakan salah satu bagian dari spektrum pekerjaan berbasis platform digital.
Survei tersebut juga mencakup penjual jasa melalui platform digital. Mereka dapat menawarkan layanan rumah tangga, perawatan pribadi, perbaikan, pendidikan, atau berbagai kebutuhan lain kepada konsumen yang mencari layanan secara daring. Selain itu, kreator konten termasuk dalam cakupan pekerja gig ketika penghasilan diperoleh dari produksi dan distribusi konten melalui platform digital, misalnya melalui iklan, kerja sama merek, atau dukungan audiens.
Keragaman ini penting untuk dipahami ketika membaca alasan seseorang bergabung dalam pekerjaan gig. Setiap profesi memiliki bentuk pekerjaan, tingkat fleksibilitas, risiko, dan pola penghasilan yang berbeda. Meski demikian, seluruhnya memperlihatkan bagaimana platform digital membuka akses terhadap peluang kerja di luar hubungan kerja formal. Dengan menempatkan pengemudi ojek online dalam konteks yang lebih luas, pembahasan dapat melihat pekerjaan gig sebagai fenomena ketenagakerjaan yang mencakup banyak layanan, bukan sekadar pekerjaan transportasi.











